Breaking News:

Muhammadiyah Jateng Sarankan Jokowi Itikaf 1-3 Hari, Ada Apa?

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Jateng, Khafid Sirotudin, berharap Jokowi untuk mengeluarkan kebijakan terbaik mengenai lanjutan tahapan Pilkada tahun ini.

TRIBUNNEWS.com
Presiden Jokowi 

SURYA.co.id I SEMARANG - PW Muhammadiyah Jawa Tengah melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) masih berharap Pilkada Serentak 2020 ditunda, meskipun Komisi II DPR RI bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu sepakat pelaksanaan Pilkada 2020 tetap digelar pada 9 Desember 2020.

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Jateng, Khafid Sirotudin, berharap Jokowi untuk mengeluarkan kebijakan terbaik mengenai lanjutan tahapan Pilkada tahun ini.

"Saya kok masih punya positive thinking, saya mengenal Presiden Jokowi sejak 2005, kami berharap Pak Jokowi dalam satu, dua, tiga hari ini iktikaf, merenung, kemudian menghitung dengan cermat, dari data-data dan fakta dari semua pembantunya," ungkap Khafid dalam program Overview Tribunnews, Kamis (24/9/2020).

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Jateng, Khafid Sirotudin, masih berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengeluarkan kebijakan lanjutan tahapan Pilkada tahun ini.

Seluruh pembantu Presiden, lanjut Khafid, harus menyampaikan menyampaikan seluruh data secara jujur, adil, dan perkeadaban.

"Saya punya keyakinan beliau Pak Jokowi akan mengambil langkah yang saya yakin mengenakkan bagi semua," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui LHKP PW Muhammadiyah Jateng mendesak pemerintah menunda tahapan Pilkada Serentak 2020 sebelum PP Muhammadiyah menyatakan sikap.

"Sebelum PP Muhammadiyah, kami mengawali menyikapi Pilkada karena daerah di Jawa Tengah termasuk paling banyak menyelenggarakan, ada 21 dari 35 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada," katanya.

Bukan Tanpa Dasar

Khafid menyebut, usulan untuk menunda lanjutan tahapan Pilkada Serentak 2020 bukan tanpa alasan.

Halaman
12
Editor: Suyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved