Breaking News:

Pilkada 2020

Dilarang Gelar Rapat Umum saat Kampanye, Begini Tanggapan Tiga Pasangan Cabup-Cawabup Tuban

Cabup-cawabup tidak dibolehkan menggelar rapat umum atau kegiatan yang berpotensi pada pengerahan massa

surya.co.id/m sudarsono
Pengundian nomor urut cabup-cawabup Tuban yang diselenggarakan KPU Tuban, Kamis (24/9/2020). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Tuban, merespon Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19.

PKPU ini merupakan perubahan kedua atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020, yang resmi diundangkan pada 23 September 2020.

Dalam PKPU tersebut, cabup-cawabup tidak dibolehkan menggelar rapat umum atau kegiatan yang berpotensi pada pengerahan massa, sebagaimana pasal 88 C.

Ketua KPU Kabupaten Tuban, Fatkul Iksan mengatakan, memang pada PKPU nomor 13 2020 itu mengutamakan metode pertemuan kampanye terbatas.

Bahkan pertemuan tatap muka dan dialog dilakukan melalui media sosial dan media daring atau online.

"Memang dilarang untuk rapat umum, kampanye juga online melalui media sosial. Namun dibolehkan pertemuan terbatas dan tatap muka, karena agenda tidak bisa dilakukan secara online dengan kapasitas maksimal 50 orang yang hadir, tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Fatkul.

Cabup nomor urut 1, Khozanah Hidayati tak mempersalahkan larangan terkait rapat umum.

Dia tetap melakukan konsolidasi kecil, termasuk dari pintu ke pintu rumah warga, juga akan kampanye daring atau online.

"Tidak masalah larangan kampanye terbuka, kita akan turun ke masyarakat," ucap Ana didampingi Muhammad Anwar, yang tak lain Cawabupnya.

Cabup nomor urut 2, Aditya Halindra Faridzki, menyatakan akan mengikuti anjuran dari pemerintah terkait tidak adanya rapat umum.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved