Breaking News:

Berita Sumenep

Dua Paslon Bupati-Wakil Bupati Sumenep Kompak Ciptakan Pilkada Damai

Paslon Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-Ali Fikri Warits. Fauzi dan Fattah menyampaikannya bersamaan usai pengambilan nomor urut.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Dua paslon Bupati-Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-Ali Fikri Warits bersama-sama mengajak berkampanye damai, Kamis (24/9/2020). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Penyelenggaraan Pilkada Damai di Sumenep juga menjadi komitmen bersama antara dua pasangan calon (paslon) usai pengambilan nomor urut di Kantor KPU setempat, Kamis (24/9/2020).

Bahkan dua paslon itu bergandengan di depan kantor KPU untuk menyatakan keseriusannya berkampanye dan bersaing secara sehat demi menciptakan Pilkada Sumenep yang damai dan demokratis.

Paslon Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-Ali Fikri Warits. Fauzi dan Fattah menyampaikannya bersamaan usai pengambilan nomor urut.

"Makaaya mengajak Pak Fattah Jasin dan Kyai Ali Fikri untuk menciptakan pilkada yang sejuk dan damai," kata Achmad Fauzi dalam sambutan pertamanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan ini meyakini, sebenarnya rakyat Sumenep sangat menginginkan hal serupa, yakni pilkada yang tidak didasari kebencian dan menyebabkan perpecahan.

Fattah Jasin juga menyampaikan komitmen menjalankan Pilkada Sumenep 2020 dengan damai. "Saya sependapat, setuju dengan yang disampaikan patner saya, calon bupati Achmad Fauzi dan wakilnya Dewi Khalifah. Bahwa Pilkada Sumenep harus damai," tegas Fattah Jasin

Dan Fattah Jasin mengungkapkan, saat ini perang antara para relawan politik di media sosial cukup terasa. Tetapi ia meyakin Pilkada Sumenep akan terselenggara dengan aman dan lancar. "Kita ambil hikmahnya saja," ucapnya.

Sedangkan pada penetapan pengundian nomor urut kemarin, KPU Sumenep memang membatasi jumlah media yang meliput. Puluhan polisi menjaga ketat pintu masuk kantor KPU. Petugas juga memberlakukan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung.

Para awak media diberi batas sekitar 100 meter dari panggung acara untuk mengambil gambar dengan tali yang tertulis "batas media/pers".

Syamsul, salah satu wartawan senior atau Sekretaris PWI Sumenep mengaku kecewa dengan KPU yang membatasi media. "Memang kita harus jaga jarak, tetapi caranya tidak harus seperti ini," sesal Samsul.

Salah satu petugas KPU berdalih bahwa pembatasan itu sudah sesuai aturan sehingga harus dijalankan. "Memang dibatasi, itu aturannya," singkatnya. ***

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved