Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Bank Jatim Telah Salurkan Kredit PEN Rp 1,6 Triliun, Target Hingga Februari 2021

Untuk pengembangan UMKM Jatim, ada dana Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 2 triliun yang kemudian menjadi dua kali lipat sebesar Rp 4 triliun

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Dirut Bank Jatim, Busrul Iman (batik merah) saat mendampingi Gubernur Khofifah dalam kegaiatan Misi Dagang Jawa Timur dengan Maluku, Sulawesi Utara dan juga Kalimantan Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (24/9/2020) siang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dirut Bank Jatim, Busrul Iman menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya penyaluran dana kredit untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pasalnya saat ini, dari dana Rp 2 triliun yang dititipkan oleh pemerintah pusat yang sudah tersalurkan mencapai Rp 1,6 triliun.

Hal itu disampaikan Busrul saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Misi Dagang Jawa Timur dengan Maluku, Sulawesi Utara dan juga Kalimantan Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (24/9/2020) siang.

Busrul mengatakan, kredit tersebut disalurkan dalam rangka memulihkan ekonomi dari tingkat bawah dengan mendorong pengembangan UMKM.

“Untuk pengembangan UMKM Jatim, kami ada dana Pemulihan Ekonomi Nasional Rp 2 triliun yang kemudian menjadi dua kali lipat sebesar Rp 4 triliun. Saat ini sudah tersalurkan Rp 1,6 triliun. Artinya sudah 42 persen dari target kami,” kata Bursul.

Ia mengatakan, seluruh dana PEN tersebut ditargetkan akan tersalurkan semua pada akhir Februari tahun 2021 mendatang.

Dana dari Kementerian Keuangan tersebut diupayakan bisa segera tersalurkan agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim yang mengalami kontraksi hingga minus 5,9 persen di semester pertama tahun 2020 ini.

Oleh sebab itu, Busrul mengatakan, bagi pelaku UMKM yang belum mengakses bantuan kredit ini didorong agar segera melakukan pengajuan. Bank Jatim akan membantu penyaluran dan tidak mempersulit.

“Porsi penyaluran kredit ini untuk berbagai sektor mulai usaha mikro UMKM, komersial ritel sampai korporasi,” tegas Busrul.

“Kami akan terus salurkan, dengan harapan UMKM bisa kembali bangkit dan bisa membawa perkembangan positif untuk Jawa Timur,” tambannya.

Sementara, hari ini diketahui Bank Jatim bersama Pemprov Jatim menggelar Misi Dagang Jatim bersama tiga provinsi yaitu Provinsi Maluku, Sulawesi Utara dan juga Kalimantan Timur.

Kegiatan misi dagang yang biasanya dilakukan offline dengan bertatap muka secara langsung, namun karena kondisi pandemi covid-19, misi dagang dilakukan secara hibrid.

Terdapat expo dan gelar produk, namun mitra dagang yang diundang dari tiga provinsi tersebut hadir secara virtual.

“Dalam kegiatan ini kami tentu sinergi dengan berbagai pihak. Mulai pemerintah provinsi dan juga dinas terkait untuk mengembangkan potensi UMKM Jatim. Kami sebagai bank daerah punya kewajibkan untuk berkontrisubsi dalam mengembangkan ekonomi di Jatim. Caranya banyak, salah satunya dengan misi dagang ini, supaya ada koneksi dan sinergitas yqng kuat antara pelaku usaha, pemerintah dan bank daerah. Misi Dagang ini sama-sama menguntungkan masing-masing pihak,” pungkas Busrul.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved