Breaking News:

Akibat Dikarantina karena Covid-19, Penetapan Dua Bapaslon di Jatim Ditunda Selama Sepekan

Penetapan dua bakal pasangan calon (Bapaslon) di Jawa Timur harus ditunda akibat ada calon yang terpapar Covid-19

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Ketua KPU Jatim, Choirul Anam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penetapan dua bakal pasangan calon (Bapaslon) di Jawa Timur harus ditunda akibat ada calon yang terpapar Covid-19. Dua bapaslon tersebut masing-masing ada di Sidoarjo dan Kabupaten Malang.

Satu bapaslon di Sidoarjo adalah Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik yang diusung PDI Perjuangan dan PAN. Dwi Astutik diketahui positif Covid-19 sehingga harus menjalani karantina.

Kemudian di Kabupaten Malang, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono-Gunadi Handoko, juga harus mengalami penundaan. Heri yang merupakan calon dari jalur perorangan tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada uji swab di tanggal 18 September lalu.

"Ibu Dwi sudah negatif dan telah mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikologi kemarin (Senin-Selasa, 21-22/9/2020). Sedangkan Pak Heri masih menjalani karantina," kata Ketua KPU Jatim, Choirul Anam ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (23/9/2020).

Apabila dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan, kedua Bapaslon ini akan ditetapkan pekan depan.

"Untuk Pak Kelana dan Bu Dwi di 28 September serta Pak Heri dan Pak Gunadi pada 5 Oktober," kata Anam.

Praktis, mundurnya masa penetapan calon pun berakibat pada mundurnya sejumlah tahapan lain. Di antaranya, pengundian nomor urut dan kampanye.

Di Jawa Timur, ada 42 bapaslon yang mendaftar. 40 bapaslon di antaranya, ditetapkan pada hari Rabu (23/9/2020) ini, apabila telah memenuhi persyaratan pencalonan maupun syarat calon.

Penetapan calon dilakukan melalui pleno tertutup tanpa mengundang bakal pasangan calon, partai politik, maupun Bawaslu.

"Ini berdasarkan Peraturan KPU nomor 9 tahun 2020. Berbeda dengan pilkada di 2015, 2017 dan 2018 yang saat itu dilakukan dengan rapat pleno terbuka," katanya.

Setelah ditetapkan, baru KPU akan mengumumkan pasangan calon melalui media komunikasi yang dimiliki KPU. Selanjutnya, KPU akan mengundang para calon pada pengundian nomor urut di tanggal 24 September 2020.

"Pengundian nomor urut dilakukan dengan rapat pleno terbuka. Kami mengundang Bawaslu, pasangan calon, partai politik dengan peserta terbatas," terangnya.

Tahapan Pilkada Serentak 2020:
23 September: Penetapan Bakal Pasangan Calon
24 September: Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon
26 September - 5 Desember: Kampanye
9 Desember: Pemungutan Suara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved