Breaking News:

Pilkada Surabaya 2020

PDIP Minta KPU Surabaya Transparan Mengungkap Calon yang Positif Covid Agar Tak Bahayakan Publik

PDI Perjuangan meminta agar KPU Surabaya transparan mengungkap pasangan calon yang positif covid-19 agar tak membahayakan publik.

surya.co.id/nuraini faiq
Anas Karno bersama sejumlah kader saat menggelar rapat konsolidasi, Rabu (26/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut bakal calon kepala daerah wakil kepala daerah Pilkada Serentak 2020 yang terkonfirmasi positif COVID-19 masih menyisakan 13 orang. Jumlah tersebut turun drastis dari data sebelumnya yang mencapai 63 orang.

"Data perkembangan per 22 September 2020 pukul 10.09 WIB," kata Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik, di Jakarta, Selasa (22/9/2020) dikutip dari Antara di hari yang sama.

KPU merinci calon yang terkonfirmasi tersebut, yakni bakal calon wakil kepala daerah untuk Kota Sibolga, bakal calon kepala daerah Serdang Bedagai. Kemudian bakal calon wakil kepala daerah Meranti, Sidoarjo, Nunukan, Bolaang Mongondow Selatan, Surabaya, Malang, Berau, Bolaang Mongondow Selatan, Yahukimo, Sorong Selatan, Manokwari Selatan.

Menanggapi hal tersebut, PDI Perjuangan Surabaya meminta KPU Surabaya lebih terbuka dan memastikan semua kandidat dalam Pilkada berstatus negatif Covid-19 berdasarkan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Bukan sekadar dinyatakan sembuh karena telah menjalani isolasi.

Juru Bicara Tim Pemenangan Eri Cahyadi-Armuji, Anas Karno, mengaku kaget mendengar pengumuman dari KPU tersebut. ”Kan kebetulan ada pasangan calon yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 oleh KPU Surabaya," katanya.

"Namun, sampai sekarang kita belum mendengar pengumuman eksplisit dari KPU bahwa pasangan calon tersebut sudah negatif Covid-19 berdasarkan tes PCR. Tiba-tiba KPU Pusat bilang masih positif, padahal kemarin sudah menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujar Anas.

Anas menggarisbawahi kewajiban untuk dinyatakan negatif berdasarkan tes PCR, sesuai Peraturan KPU RI 10/2020. Yang mana, pemeriksaan kesehatan terhadap bakal calon baru bisa dilakukan jika hasil swab-nya negatif Covid-19.

Anas mendesak KPU untuk segera memperjelas status Covid-19 pasangan calon tertentu agar tidak membahayakan publik. Paling tidak, status Covid-19 tersebut disampaikan secara eksplisit kepada tim dari seluruh paslon.

“Apalagi jika KPU tetap memaksakan tahapan selanjutnya, wah ini sangat membahayakan jika tidak ada kejelasan status Covid-19 salah satu paslon. Hal ini penting mengingat sebentar lagi ada tahapan yang melibatkan pasangan calon dan banyak orang, di antaranya penetapan calon 23 September besok,” papar Anas.

Juru Bicara Tim Pemenangan Eri Cahyadi-Armuji, Anas Karno.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved