Breaking News:

Berita Jember

Meski Masih Pandemi, Pemkab Jember Tetap Gelar Kegiatan Tatap Muka yang Libatkan Banyak Orang

Kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang itu, disebut membuka ruang menjadi kerumunan dan berpotensi terjadinya penularan Covid-19

SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Ratusan orang saat mengikuti Kongres Air Minum secara tatap muka di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Senin (21/9/2020). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Meskipun di masa pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tetap masih menggelar sejumlah kegiatan tatap muka yang melibatkan lebih dari 30 orang.

Dari catatan SURYA.CO.ID, kegiatan tatap muka yang diikuti oleh banyak orang (lebih dari 30 orang) itu antara lain distribusi kartu tani di sejumlah desa, pertemuan dengan petani berprestasi, penyerahan bantuan sosial untuk insan pariwisata dan juga kongres air minum.

Distribusi kartu tani dilakukan secara maraton sejak akhir Agustus lalu di sejumlah desa di beberapa kecamatan di Jember. Distribusi kartu tani ini berakhir pekan kemarin, atau berlangsung selama tiga pekan.

Bupati Jember, Faida dan Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief bergantian mendatangi lokasi distribusi kartu tani yang ditempatkan di balai desa.

Setidaknya lebih dari 30 orang penerima kartu dalam satu desa mengikuti kegiatan distribusi tersebut.

Ratusan orang penerima petani penerima penghargaan sebagai petani berprestasi, juga insan pariwisata penerima bantuan sosial juga mengikuti kegiatan tatap muka dengan bupati di Aula PB Soedirman Jember bulan Agustus lalu.

Terbaru, pada Senin (21/9/2020), ratusan orang mengikuti Kongres Air Minum secara luring di Desa Serut, Kecamatan Panti.

Wakil Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim menyebut, kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang itu membuka ruang menjadi kerumunan dan berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

"Kenapa kegiatan tatap muka melibatkan banyak orang malah dilakukan oleh bupati. Dan seolah bupati tidak bisa memberikan contoh baik," ujar Halim, Senin (21/9/2020).

Halim mencontohkan distribusi kartu tani yang seharusnya bisa dilakukan oleh petugas, dan bisa didelegasikan melalui kelompok tani untuk diserahkan kepada petani.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved