Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Tak Pakai Masker ke Pasar Kepulungan Kabupaten Pasuruan, Dihukum Nyanyi Garuda Pancasila

Kali ini, operasi gabungan dilakukan di wilayah Pasar Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan,

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/galih lintartika
Operasi gabungan penegakan disiplin pemakaian masker di Pasar Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/9/2020). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pemerintah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus menggelar operasi gabungan penegakan disiplin pemakaian masker.

Kali ini, operasi gabungan dilakukan di wilayah Pasar Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/09/2020) pagi.

Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono langsung memimpin operasi kali ini.

Sasarannya, para pedagang dan pengunjung pasar yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Kades Kepulungan, Didik Hartono mengatakan, operasi wajib masker ini, dilakukan sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran COVID-19 di Kabupaten Pasuruan.

"Dan itu juga sudah diatur dalam INPRES NO 6 tahun 2020 Pergub No 53 tahun 2020, dan Perbup No 52 tahun 2020. Artinya, apa yang kami lakukan ini sesuai dengan dasar hukum yang ada," jelas dia.

Dia menjelaskan, dalam operasi kali ini, ada beberapa pedagang dan pengunjung yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Para pelanggar protokol kesehatan ini langsung diberi sanksi untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila bersama-sama.

"Kami akan berikan sanksi tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan. Kami akan lakukan operasi secara bertahap dan berkelanjutan," jelas dia

Di sisi lain, ia menyebut dalam operasi kali ini, pihaknya juga membagikan sejumlah masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan lainya.

"Ini kami kerjasama dengan perusahaan yang ada di sekitar sini, dan mereka berpartisipasi. Kami berharap, agar kejadian ini tidak diulangi dan pandemi COVID-19 bisa segera berakhir," urainya.

Terpisah, Camat Gempol Nur kholis menyampaikan, tujuan utama dalam operasi ini adalah edukasi kepada masyarakat.

Dia menyebut, setiap individu adalah bagian terpenting dalam memutus mata rantai Covid-19.

"Garda terdepan pemutus mata rantai Covid-19 itu sebenarnya bukan hanya tim medis dan dokter. Saya kira garda terdepan pemutus mata rantai itu juga pada masing-masing masyarakat individu sendiri," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved