Senin, 27 April 2026

Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin-Mujiaman Siapkan Rp 150 Juta per RT di Kota Surabaya

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman telah menyiapkan langkah konkret untuk membangun kota

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Mujiaman saat menyapa warga Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin (21/9/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman telah menyiapkan langkah konkret untuk membangun kota.

Pembangunan menuju Maju Kotane dan Makmur Wargane itu akan dilakukan merata hingga kampung-kampung.

"Surabaya tidak hanya Jalan Darmo atau tengah kota penuh taman. Tapi kampung-kampung inilah Surabaya. Kalau kami diberi amanah memimpin kota ini, setiap RT dapat Rp 150 juta," kata bakal Calon Wawali Surabaya Mujiaman saat berada di Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Senin (21/9/2020).

Selain Program Pembangunan yang menyentuh kampung-kampung, Machfud-Mujiaman memang akan memberikan perhatian khusus dengan mengalokasikan anggaran bagi setiap RT. Satu RT berhak atas Rp 150 juta per tahun.

Dana itu sepenuhnya dikelola kampung untuk membuat percepatan pembangunan di tingkat paling bawah. Harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung kesejahteraan warga.

"Kami menemukan sosok yang tepat untuk memimpin Surabaya. Selama ini LPMK ikut Musrenbang. Tapi tidak tidak diperhatikan kebutuhan kampung. Program setiap RT Rp 150 juta. Ini riil," kata Nawawi, LPMK Medokan Ayu.

Mujiaman hadir menyapa warga di Medokan Ayu dengan didampingi politisi PPP, Buchori Imron. Ketua PPP yang juga anggota DPRD Surabaya ini terus menyerukan, "Machfud Arifin-Mujiaman.. Menang menang menang .. Yes."

Ratusan warga kampung Medokan Ayu itu antusias menyambut kedatangan Calon Wawali Mujiaman.

Mantan Dirut PDAM ini terus mendapat sambutan hangat warga yang kebanyakan ibu-ibu.

Tidak saja anggaran khusus kampung yang menjadi perhatian, honor para ibu pemantau jentik (Bumantik), kader Posyandu dan kader lingkungan sudah siap-siap dinaikkan. Selama ini, honor sebulan para kader itu Rp 110.000.

"Setiap kegiatan kami diminta urus uang transport Rp 28.000. Ribet. kegiatan Bumantik seminggu sekali. Kalau dinaikkan dua kali lipat, saya senang," kata Yayuk, salah satu kader Bumantik.

Mujiaman menuturkan, bahwa diperlukan politik anggaran dalam menentukan arah pembangunan kota. Machfud-Mujiaman sudah menyiapkan semua keberpihakan anggaran untuk kampung. Membangun kota yang langsung ke kampung-kampung.

Duet wali kota dan wakilnya yang dari birokrat profesional tersebut bersama semua anggota DPRD dari 8 partai pendukung, sudah menghitung kebutuhan insentif kader Posyandu itu. Akan ada ada anggaran Rp 150 miliar khusus perhatian insentif kader-kader tersebut.

Tidak hanya saban RT yang berhak atas dana yang bisa dikelola mandiri Rp 150 juta, Machfud-Mujiaman juga menyiapkan program bedah rumah. Ribuan rumah tidak layak huni akan dibedah.

Dalam kesempatan itu, Mujiaman meminta warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu, 9 Desember 2020.

"Coblos Apane, Brengose," teriak pembawa acara.

Buchori Imron menegaskan, bahwa Surabaya ke depan butuh pemimpin yang tidak saja melanjutkan. Apalagi masih banyak kekurangan terutama di kampung-kampung.

"Apanya yang mau dilanjutkan. Harus ditingkatkan Pembangunan Surabaya. Bukan diteruskan," kata Buchori.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved