Breaking News:

Berita Malang Raya

Sudah Lima Tahun Warga Batu Berjibaku di Jalan Rusak Sepanjang 100 Meter

Menurut Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Agung Sedayu, keluhan warga Batu atas kerusakan jalan tersebut sudah disikapi.

surya/benni indo
Warga melintas di kawasan jalan rusak di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (20/9/2020). 

SURYA.CO.ID, BATU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu baru mendapatkan laporan mengenai kerusakan jalan penghubung di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Minggu (20/9/2020).

Menurut Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Agung Sedayu, keluhan warga Batu atas kerusakan jalan tersebut sudah disikapi. Pihaknya akan menanggarkan perbaikan Rp 198 juta dalam PAK mendatang.

"Untuk pelaksanaan pembangunan masih menunggu pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Intinya dalam waktu dekat ini harus segera terealisasi," ungkap Agung yang juga menjabat Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.

Keluhan warga Batu itu beralasan karena selama lima tahun terakhir mereka melintasi Jalan Larmani yang rusak parah dan membahayakan pengendara saat melintas. Kerusakan tersebut terlihat di area masuk setelah gapura hingga jalanan menikung yang menanjak.

Pengendara harus pelan-pelan karena kontur jalan tidak rata. Pantauan SURYA di lapangan, tak jarang pengendara lewat lajur berlawanan demi melewati jalur yang tidak rusak parah. Jalan rusak di kawasan tersebut sekitar sepanjang 100 meter.

Jalanan berlubang dan mengelupas hampir di setiap bagian. Pada malam hari semakin bahaya karena tidak ada penerangan. Saat panas terik, seperti di siang hari, debu bertebaran tertiup angin.

Apalagi saat musim hujan, ada luberan air dan lumpur. Di samping itu, jalan sangat licin dan membahayakan. Kondisi ini sudah terjadi sekitar lima tahunan belakangan ini.

Rakasiwi, warga yang sempat melintas di kawasan tersebut mengeluhkan jalanan rusak. Menurutnya, jalan harus segera diperbaiki agar warga yang melintas aman. "Apalagi ini jalur penghubung ke Kabupaten Malang," katanya.

Warga lainnya, Herdi mengeluhkan hal serupa. Katanya, sudah lama jalan tidak diperbaiki. Ia pun berharap jalanan segera diperbaiki.

"Sudah cukup lama kondisi jalan rusak parah, bahayanya kalau hujan jalan pasti licin. Harapan warga, pemerintah segera merespon agar jalan diperbaiki. Supaya pengendara merasa aman. Jalan ini merupakan akses antar dusun," kata Herdi.

Agung pun menjelaskan, bahwa selain pengaspalan dengan total panjang 400 meter dan lebar 2,5 meter, samping kanan kiri juga bakal dibangun drainase terlebih dahulu. Tujuannya supaya aspal tidak rusak terkena air, apalagi persiapan nanti saat musim hujan.

"Agar jalan tak cepat rusak akibat luberan air, kami bangun dulu drainase selebar 60x60 centimeter dengan panjang 133.5 meter. Baru kami lakukan pengaspalan. Kami juga sudah anggarkan dalam PAK Rp 198 juta," ujar Agung. ***

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved