Breaking News:

Berita Malang Raya

Ditangani Mekanik asal Malang, Mobil Formula Usang Kembali Menjadi Baru

Septiyan merasakan pengerjaan bagian carbon adalah yang tersulit. Ketersediaan bahan baku yang tak bisa didapat dari dalam negeri.

surya/erwin wicaksono
Mobil Formula Satu (F1) hasil restorasi mekanik setempat dipamerkan di sebuah bengkel di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Memperbaiki kerusakan pada kendaraan sudah menjadi pekerjaan sehari-hari para mekanik. Tetapi untuk memperbaiki serta merombak sebuah mobil sekelas Formula Satu (F1), sebuah bengkel di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang harus bekerja keras selama tiga pekan.

Bengkel Protec di Desa Mangliawan itu memang melalui tantangan itu dan sukses merestorasi mobil F1 sehingga menjadi tampak seperti baru. Mekanik yang mempermak mobil F1 itu, Frindo Leo Hevri Liliananda dan Septiyan menceritakan kerumitan ketika menggarap jet darat tersebut.

Karena ternyata pengerjaan berawal dari sebuah permintaan seorang kenalan. "Itu berawal ketika teman dari pemilik bengkel ingin memperbaiki mobil F1 itu. Ia kebetulan bekerja di salah satu pabrik terkemuka di Malang," terang Septiyan, Sabtu (20/9/2020) lalu.

Septiyan menambahkan, kondisi mobil F1 itu awalnya tak terawat karena ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki. "Pengerjaannya meliputi ganti warna dan perbaikan di body carbon," imbuh Septiyan.

Septiyan merasakan pengerjaan bagian carbon adalah yang tersulit. Ketersediaan bahan baku yang tak bisa didapat dari dalam negeri, jadi salah satu kendala. "Kendalanya pada bahan carbon. Ada bahan khusus dari luar negeri," ungkapnya.

Berkat kinerja 7 orang pegawai, mobil F1 tersebut bisa diselesaikan dalam waktu tiga pekan. "Kalau untuk pengecatan lekukan body mobil, tak terlalu mengalami kesulitan," jelas Septiyan.

Setelah tiga pekan pengerjaan, mobil F1 tersebut terlihat seperti baru. Cat mobil didominasi warna orange-kuning dengan variasi warna biru pada bagian atas.

Logo Honda terpasang pada bagian moncong mobil, serta berbagai stiker sponsor. Dan mobil F1 tersebut menggunakan ban dari pabrikan Michelin.

Sementara Frinando menambahkan, proyek restorasi mobil F1 ini menelan biaya puluhan juta. "Keseluruhan pengerjaan restorasi mobil F1 ini habis biaya Rp 35 juta," tutur Frinando.

Frinando mengaku tak tahu ke depan mobil balap tersebut akan digunakan untuk balapan atau tidak. "Mesinnya belum tahu. Terserah pihak pabriknya. Ke depan mau dipakai apa, pihak pabriknya yang tahu. Karena kami hanya menerima restorasi," tutup Frinando. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved