Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Raya

Dari Sarang Laba-Laba Beracun, Mahasiswa UB Malang Ciptakan Kasa Penutup Luka

Pembuatan limbah sarang telur tarantula menjadi kain kasa itu, merupakan ide dari lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID, MALANG - Mendengar tarantula, yang muncul di benak kita adalah sejenis laba-laba besar dan beracun dari kawasan padang pasir. Ternyata bekas sarang tarantula, masih bermanfaat untuk membantu mempercepat penghentian darah dan penyembuhan luka terbuka, setelah direkonstruksi dalam bentuk kain kasa.

Pembuatan limbah sarang telur tarantula menjadi kain kasa itu, merupakan ide dari lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang. Kasa ala mahasiswa UB itu dinamai Kaspro dan diklaim lebih efektif mengatasi luka dibanding kasa biasanya.

"Selama ini sarang telur tarantula dipandang sebelah mata," jelas Rizky Senna, salah satu mahasiswa peneliti, Minggu (20/9/2020).

Padahal sarang telur tarantula menyimpan manfaat berupa kandungan protein fibroin atau fibrinoin. Sehingga mampu membantu mempercepat penghentian darah serta penyembuhan pada luka terbuka.

Dijelaskan, luka terbuka yang dibalut kasa akan mengalami regenerasi karena jumlah sel fibroblas, sintesis kolagen, kekuatan tensile, kontraksi luka dan periode epitelisasi. "Penyembuhan luka dengan kasa Kaspro akan mendapatkan kandungan protein di dalamnya dan membuat penyembuhan lebih cepat," tambah Rizky.

Anggota tim lainnya, Yushidayah menjelaskan bahwa sarang telur tarantula didapat dari hasil pembudidayaan selama sekitar dua bulan atau sebelumdipanen.

Pembudidayaan tersebut dilakukan bekerjasama dengan mitra kolektor tarantuladi Indonesia. Ming Cu, mitra tarantula terbesar di Indonesia mengungkapkan desain inovasi kasa sarang Tarantula lebih efektif dalam penyembuhan luka dibandingkan kasa konvensional.

"Limbah sarang telur tarantula jarang digunakan atau diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat," ujar Ming Cu yang mengapresiasi temuan mahasiswa UB itu.

Produk Kaspro ciptaan mahasiswa UBU ada dua jenis yaitu kasa gulung dan kasa plester. Agar menarik, dibuat desain batik Nusantara sehingga mengenalkan batik kepada masyarakat.

Ke depan, para mahasiswa ingin menjual produk kesehatan ini ke marketplace online, seperti Shopee dan Tokopedia serta media sosial lainnya.

Produk kasa dari sarang telur tarantula ini merupakan PKM Kewirausahaan. Harganya dipatok Rp30.000 per boks berisi 20 Kasa Standar + 5 Kasa Jumbo. Sedangkan jenis kasa gulung Kaspro dijual Rp 37.000.

Produk kreatif ini dibuat lima mahasiswa yaitu Rizky Senna S, Ilham Maulana D, Resti Oktaviarni, Yushidayah N S dan Molanika S. "Kami berharap Kaspro bisa jadi produk unggulan kasa Indonesia dan bisa memperbanyak mitra penjualannya," ujar Zulfaidah Penata Gama yang menjadi dosen pembimbing kelima mahasiswa itu. ***

Sumber: Surya Malang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved