Breaking News:

Berita Malang Raya

Belum Ada ASN Kota Malang Terjerat, OPD Tetap Didorong Bentuk Satgas Anti Narkoba

Induk pembuatan satgas ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020.

surya/kukuh kurniawan
Kepala BNN Kota Malang, AKBP Agoes Irianto. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Trend penyalahgunaan narkoba di Kota Malang mengalami peningkatan, kendati belum ada pemakai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat.

Atas kenaikan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang tetap mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membentuk Satgas Anti Narkoba sendiri.

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Agoes Irianto mengatakan, induk pembuatan satgas ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020.

"Hal itu bertujuan mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Malang. Inti pokoknya adalah harus membuat kebijakan, kedua harus membentuk satuan tugas, ketiga sosialisasi, dan keempat tes urine," kata Agoes kepada SURYA, Minggu (20/9/2020).

Agoes menjelaskan pula bahwa keempat poin tersebut harus dilakukan para OPD di Kota Malang. Inisiatif dari setiap OPD itu akan mendapat dukungan dari BNN.

"Kami hanya memberikan advokasi di belakangnya. Hasilnya sudah ada beberapa OPD yang membentuk Satgas Anti Narkoba, Dishub Kota Malang contohnya. Nantinya OPD-OPD lain juga akan menjalankan empat poin dari Inpres 2 Tahun 2020 tersebut," tambahnya.

Agoes menerangkan bahwa hingga saat ini belum ada ASN di Kota Malang yang terpantau terlibat penggunaan narkoba. "Andaikan ada, kami siap lakukan penegakan hukum.

Termasuk melakukan treatment dan rehabilitasi. Jadi kalau ada ASN yang terlibat, kami siap melakukan rehabilitasi," bebernya.

Ia mengungkapkan trend narkoba di wilayah Kota Malang mengalami peningkatan. Tercatat dari bulan Januari hingga Juli, ada kenaikan data untuk penggunaan narkoba.

"Namun untuk saat ini kasus narkoba di Kota Malang sudah mengalami penurunan. Meski begitu, kami tidak akan lengah dalam pengawasan narkoba. Karena justru dalam situasi pandemi ini, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh bandar dan pengedar narkoba," pungkasnya. ***

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved