Virus Corona di Jember

Tersiar Kabar Kajari dan Pegawai Kejari Jember Terpapar Covid-19, Berikut Faktanya

Klaster perkantoran terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Jember terus bertambah

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Petugas Kejari Jember selalu memeriksa suhu tubuh pengunjung Kejari Jember di masa pandemi ini. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Klaster perkantoran terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Jember terus bertambah. Setelah Kementerian Agama, Kantor Bank Jatim Cabang Kencong juga Bea Cukai, kini bertambah jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terpapar virus Corona.

Ada lima orang pegawai Kejari Jember dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Satu di antaranya adalah Kepala Kejari (Kajari) Jember, Prima Idwan Mariza.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Anggara Suryanagara membenarkan informasi tersebut.

"Mohon maaf, terkait berita tersebut (konfirmasi positif Kajari Jember) memang benar. Sesuai petunjuk pimpinan dan hasil koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid Kabupaten Jember, maka terhadap yang bersangkutan diminta untuk isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Anggara ketika dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Sabtu (19/9/2020).

Anggara menambahkan, seluruh pegawai dan tenaga pramubakti Kejari Jember juga menjalani tes usap (swab).

Hasil tes swab itu menunjukkan, ada empat orang pegawai yang positif terpapar Covid-19. Keempat orang itu juga langsung diminta melakukan isolasi mandiri.

Pada Jumat (18/9/2020), Kantor Kejari Jember juga sudah disterilisasi memakai disinfektan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember yang melakukan penyemprotan disinfektan tersebut.

Selanjutnya, ada pengaturan pola masuk kerja pegawai di Kejari Jember mulai Senin (21/9/2020). Polanya adalah 50 persen pegawai bekerja dari kantor dan 50 persen pegawai bekerja dari rumah.

"Sesuai SEJA (Surat Edaran Jaksa Agung) No 22 Tahun 2020 mengingat Kabupaten Jember berkategori Sedang maka Kejari Jember akan melaksanakan program 'Work From Office' dengan kehadiran 50 persen dari jumlah pegawai, sementara yang lainnya 'Work From Home'. Meski begitu, ini tidak mengurangi layanan kami kepada masyarakat," terang Anggara.

Lebih lanjut Anggara meminta doa dari semua pihak, supaya pegawai Kejari Jember bisa segera sembuh dan melakukan pelayanan seperti sedia kala.

"Mohon doanya sehingga rekan-rekan kami dapat segera sembuh dan bekerja kembali, sehingga pelayanan hukum di Kejari Jember dapat berjalan normal kembali," pintanya.

Anggara juga mengharapkan semua masyarakat untuk menjaga kondisi di masa pandemi ini. Masyarakat, katanya, harus beradaptasi pada kebiasaan baru, dengan patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti disiplin memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan memakai sabun atau antiseptik.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono, mengaku masih mencari informasi perihal terpaparnya Kajari Jember.

"Masih cari info," ujar Gatot yang dikonfirmasi SURYA.CO.ID.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved