Breaking News:

Berita Mojokerto

Penyelenggara Wayang Kulit Virtual Online Terlama Asal Trawas Mojokerto Sabet Rekor MURI dan LEPRID

Pagelaran Wayang Kulit Virtual Online tujuh malam yang diselenggarakan oleh Gus Thon di Gunung Kawi pada 19-25 Agustus 2020, menyabet rekor MURI

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Penyerahan penghargaan MURI diberikan untuk Gus Haji Mas Sulthon sebagai pemrakarsa dan penyelenggara wayang kulit virtual Online terlama. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan untuk Gus Haji Mas Sulthon sebagai pemrakarsa dan penyelenggara wayang kulit virtual Online terlama, selama tujuh malam.

Pagelaran wayang virtual tersebut menyabet rekor MURI lantaran wayang merupakan budaya Indonesia yang diakui UNESCO ,sehingga Jaya Suprana mengukuhkan sebagai rekor dunia.

Selain itu, Gus Thon juga memperoleh rekor dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID).

Penghargaan MURI tersebut diserahkan oleh Senior Manager MURI, Sri Widayati yang sekaligus juga disaksikan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin di kediaman Gus Thon di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/9/2020).

"MURI mencatat kegiatan wayang secara daring selama tujuh hari ini luar biasa dan masuk kategori, sangat mengapresiasi bahwa kegiatan ini dilaksanakan di tengah Pandemi," ungkap Sri Widayati.

Menurutnya, pagelaran wayang yang digelar oleh Gus Thon selama tujuh hari ini merupakan yang terlama dalam catatan rekor MURI.

Sebab, pernah juga pagelaran wayang virtual namun hanya dilaksanakan selama satu malam.

"Rekor baru lantaran Gus Thon ini menggelar tujuh malam berturut-turut, sungguh luar biasa, karena belum pernah ada yang melakukan ini," bebernya.

Menurut Haji Mas Sulthon, sebenarnya ia tidak berharap untuk meraih penghargaan saat melakukan sesuatu hal, apalagi menyangkut kesenian wayang kulit.

"Penghargaan ini lantaran saya sebelumnya mengadakan acara di Gunung Kawi dalam rangka memperingati Dirgahayu RI ke-75 dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram/Syuro tahun 1442 H," ujarnya

Pagelaran Wayang Kulit Virtual Online tujuh malam yang diselenggarakan oleh Gus Thon di Gunung Kawi pada 19-25 Agustus 2020 tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Sebab, sejak Indonesia merdeka 75 tahun, baru budayawan asal Trawas, Mojokerto yang memprakarsai kegiatan itu.

Azis Syamsuddin mengatakan, dia berharap bahwa yang telah dilakukan Gus Thon dapat menginspirasi semua pihak dalam segala bidang yang ditekuninya.

"Semoga apresiasi MURI ini juga menjadikan semakin banyak pihak yang bisa meniru Gus Thon untuk peduli seni budaya asli Indonesia," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan dalam penghargaan ini juga digelar wayang kulit di halaman rumahnya di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Nantinya, ada lima dalang secara estafet dalam pagelaran wayang kulit malam ini, namun penonton dibatasi lantaran masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved