Berita Mojokerto

Pelanggar Protkes yang Terjaring Operasi Yustisi di Pacet Mojokerto Didominasi ABG, Sanksinya Begini

Sejumlah pasangan muda dan pengunjung wisata Pacet terjaring operasi yustisi yang digelar oleh petugas gabungan di bundaran Taman Pacet, Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Pasangan ABG mengendarai motor kepergok tidak mengenakan masker dihentikan oleh petugas dalam Operasi Yustisi di Bundaran Taman Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/9/2020). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sejumlah pasangan muda dan pengunjung wisata Pacet terjaring Operasi Yustisi dalam penegakan protokol kesehatan (Protkes) yang digelar oleh petugas gabungan di bundaran Taman Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (19/9/2020).

Dari pengamatan di lapangan, banyak pengendara mobil maupun sepeda motor yang kedapatan tidak mengenakan masker. Para pelanggar protokol kesehatan tersebut ditindak tegas dan disanksi denda sesuai Peraturan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020.

Tidak hanya pengunjung wisata saja, melainkan juga warga setempat bahkan petani juga terkena razia masker penegakan protokol kesehatan ini.

Puluhan petugas gabungan, TNI-POLRI dan Satpol PP itu terlihat memberhentikan pengendara bermotor yang tidak pakai masker. Tampak, tanda Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan yang dipasang di tengah jalan menuju kawasan wisata Pacet tersebut.

Ada pengendara motor tidak mengenakan masker berupaya kabur menghindari Operasi Yustisi. Namun, beberapa pelanggar protokol kesehatan itu pasrah ketika kendaraannya diberhentikan, lantas digiring ke meja petugas untuk didata dan disanksi denda.

Mayoritas pelanggar protokol kesehatan itu dari kalangan anak baru gede (ABG), pasangan muda dan pengunjung wisata maupun warga setempat yang kepergok tidak mengenakan masker.

Bagi pelanggar protkes, khususnya ABGe tidak dikenakan sanksi tipiring lantaran usianya di bawah 17 tahun.

Namun, mereka tetap dilakukan penindakan dan disanksi membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya melanggar protokol kesehatan.

Kegiatan Operasi Yustisi ini bertujuan dalam rangka penegakan protkes untuk mendispilinkan masyarakat, sekaligus mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, khususnya di Kabupaten Mojokerto.

"Hari ini ada 25 pelanggar atau masyarakat yang dilakukan penindakan karena tidak menggunakan masker, sehingga tidak patuh protokol kesehatan," ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander di Pacet Mojokerto, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Donny, kegiatan Operasi Yustisi ini ditujukan untuk penindakan agar masyarakat mentaati protokol kesehatan.

Bagi pelanggar akan disanksi Tipiring sesuai Perda 2 Tahun 2020 dan denda maksimal per orang Rp 500 ribu.

Rencananya sidang tipiring untuk kegiatan ini dan besok (Operasi Yustisi) akan dilakukan di Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto pada Senin 21 September 2020.

"Sasarannya tetap masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk bisa memutus mata rantai Covid-19 dan agar Jawa Timur, khususnya Kabupaten Mojokerto bersih dari Covid-19," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved