Breaking News:

Berita Banyuwangi

Didampingi Keluarga Samsul Hadi, Ipuk Kunjungi Situs Selawat Badar di Karangrejo Banyuwangi

Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berkunjung ke situs di mana Selawat Badar yang fenomenal itu diciptakan.

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berkunjung ke situs di mana Selawat Badar yang fenomenal itu diciptakan. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berkunjung ke situs di mana Selawat Badar yang fenomenal itu diciptakan.

Situs tersebut berada di komplek kediaman orang tua mendiang Bupati Banyuwangi 2000-2005, Ir Samsul Hadi, di RT 03/RW 03, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi.

Didampingi oleh Erna Samsul Hadi (istri Samsul Hadi) dan Wati Naufal Badri (adik ipar Samsul Hadi), Ipuk bertandang ke sebuah rumah yang menjadi tempat penciptaan selawat tersebut.

"Ini tempat yang bersejarah. Dari tempat ini, kita bisa melantunkan salah satu selawat yang begitu populer. Selawat yang tidak hanya dikenal di Banyuwangi, tapi juga telah mendunia," ungkap Ipuk, Jumat (18/9).

Pada awal dekade 60-an, KH Ali Mansur yang menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama Banyuwangi mendapatkan tumpangan tempat tinggal di salah satu rumah milik H Mahfud Ridwan yang tak lain adalah orang tua Bupati Samsul Hadi.

Saat tinggal di rumah itulah, syair Selawat Badar itu dianggit oleh Kiai Ali Mansur.

Setelah Kiai Ali menuliskan syair tersebut, tiba-tiba di pagi harinya para tetangga banyak yang mengantar makanan ke kediaman Kiai Ali.
Konon, semalam mereka bermimpi jika sang kiai bakal kedatangan tamu. Para tetangga turut memberi hormat kedatangan tamu itu dengan ikut menyediakan hidangan.

Tak disangka, ternyata pada hari itu pula, datang Habib Ali Al-Habsy dari Kwitang, Jakarta.

Sang Habib tiba-tiba meminta Kiai Ali untuk membacakan syair Selawat yang baru dikarangnya.

Kiai Ali kaget karena tidak ada yang tahu jika ia baru semalam menuliskan selawat itu. Tapi, tiba-tiba ulama terkemuka dari jauh datang menagihnya.

Sejak saat itulah Selawat yang ditetapkan sebagai bacaan wajib di kalangan Nahdlatul Ulama itu, mulai dikenal luas.

"Selawat Badar ini memiliki arti penting bagi saya. Saya teringat salah satu yang pesankan oleh Mas Anas (Bupati Abdullah Azwar Anas) untuk selalu membaca Selawat Badar setiap kali kegiatan. Alhamdulillah, sampai saat ini kami selalu diberi kelancaran setiap kegiatan, tidak lain karena berkah selawat," tutur Ipuk.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga membagikan masker kepada para pedagang di pasar Pujasera Karangrejo yang tak seberapa jauh dari tempat tersebut.

Lantas dilanjutkan dengan santunan untuk anak yatim dan duafa binaan LazisNU Karangrejo di Musala Ar-Ridwan yang berada di kompleks kediaman Keluarga Samsul Hadi itu.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved