Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Bantaran Sungai Jambangan Surabaya Produksi Sampo dan Sabun dari Eceng Gondok

Warga bantaran sungai Kelurahan Jambangan berusaha mengoptimalkan potensi eceng gondok agar bisa bernilai ekonomi

Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Warga Kelurahan Jambangan, Surabaya saat melakukan proses pembuatan sampo dan sabun dari Eceng Gondok yang berlimpah di sungai 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Eceng Gondok kerap tumbuh di perairan sungai hingga terkadang juga mengganggu perairan. Tapi warga bantaran sungai Kelurahan Jambangan berusaha mengoptimalkan potensi eceng gondok agar bisa bernilai ekonomi.

Selama ini Eceng Gondok dimanfaatkan untuk kompos, namun warga mulai tergerak untuk membuat inovasi produk lain dari Eceng Gondok.

Hasil kreasinya, yakni membuat sabun wajah dari bunga Eceng Gondok dan sampo dari daun dan Batang Eceng Gondok. Sementara akarnya masih digunakan untuk kompos.

Lurah Jambangan, Hindun Masrufah mengungkapkan, saat pandemi Covid-19 banyak ibu yang menganggur, sehingga pihak kelurahan ingin memberdayakan warga bantaran sungai di kelurahan Jambangan. Agar tidak hanya membuat batik eco print tapi juga memanfaatkan Eceng Gondok yang ada di bantaran sungai.

"Kami mengundang anggota Forum Kota Sehat Kota Surabaya untuk mengoptimalkan potensi Eceng Gondok di kampung kami, dan mengundang ibu-ibubdi kampung untuk belajar membuat sampo dan sabunnya," urainya

Selain memberdayakan masyarakat, Hindun mengungkapkan kegiatan ini difokuskan di warga bantaran sebagai iktiar untuk mengikuti lomba lingkungan. Sehingga bisa mengangkat hayati yang ada di lingkungan.

"Hal-hal semacam ini biasanya terbuang, tapi kami manfaatkan mulai dari bunga,daun,batang hingga akar,"ungkapnya.

Karena wilayah bantaran Kelurahan Jambangan termasuk wilayah di dengan area bantaran terpanjang, maka ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini merupakan perwakilan tiap RT dan RT yang ada di bantaran.

Lulut Sri Yuliani, anggota Forum Kota Sehat Kota Surabaya mengungkapkan ia bertugas menggali potensi unggulan daerah. Sehingga resep pembuatan produk Eceng Gondok kampung ini nantinya dijaga hanya untuk warga sini.

"Resep-resepnya mudah diadaptasi ibu rumah tangga. Mereka harus paham tekniknya dan unsur kimianya. Supaya bisa menguasai resepnya," lanjutnya.

Untuk membuat sabun wajah, Lulut menggunakan Rosella untuk pewarna merah. Kemudian ditambahkan jeruk nipis sebagai vitamin C dan biji anggur untuk kolagennya.

"Untuk Eceng Gondoknya sebelum digunakan dinetralkan dulu dengan garam,"ungkapnya.

Sementara itu, untuk sampo menggunakan tambahan bunga telang sebagai pewarna ungu dan urang aring untuk memperkuat akar rambut.

"Kalau sampo tidak perlu penambahan kolagen, jadi dengan bahn yang gampang ditemukan di sekitar. Produk ini nanti bisa terus diproduksi warga," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved