Breaking News:

Berita Lumajang

Sudah Daftar Kartu Tani Tapi Belum Jadi, Petani di Lumajang Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Sejumlah petani di Lumajang mengeluhkan kesulitan mendapat pupuk urea bersubsidi belakangan ini.

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Salah seorang petani di Lumajang saat ditemui di lahan persawahannya dan menceritakan kesulitan mendapat pupuk urea bersubsidi, Kamis (17/9/2020). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Sejumlah petani di Lumajang mengeluhkan kesulitan mendapat pupuk urea bersubsidi belakangan ini.

Pasalnya, saat ini pemerintah mulai mewajibkan pembelian pupuk bersubsidi harus menggunakan Kartu Tani.

Sayangnya, penerapan kebijakan ini masih mengalami beberapa kendala.

Seperti yang dialami oleh salah seorang petani di Lumajang, Basuki Rachmad, ia mengaku sudah membuat Kartu Tani pada 3 tahun silam, namun hingga sekarang tanda pengenal tersebut belum sampai ke tangannya.

"Saya 3 tahun lalu pernah daftar, syarat-syarat sudah saya lengkapi, tapi sampai sekarang belum jadi," kata Basuki, Kamis (17/9/2020).

Karena pendistribusiannya yang terbatas, diakuinya kini petani kesulitan memenuhi kebutuhan pupuk bagi sawahnya.

"Saya kan menggunakan pupuk kandang, tapi tetap kami tidak bisa meninggalkan pupuk urea, karena itu buat campuran pupuk," ucapnya.

Dengan kondisi ini, Basuki mengaku masih kebingungan untuk mencari solusi. Sebab, semisal membeli pupuk yang non subsidi harganya bisa mencapai dua kali lipat.

"Per sak isi 50 kilogram pupuk ZA Rp 75 ribu, kalau urea Rp 90 ribu. Lah kalau beli yang non subsidi bisa dua-kali lipat harganya, bisa rugi. Yang memungkinkan nanti paling hubungi PPL yang buat Kartu Tani," ujarnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved