Breaking News:

Berita Ponorogo

Perbup Ponorogo Segera Direvisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Bisa Didenda Rp 250 Ribu

Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengatakan Perbup Ponorogo nomor 109 tahun 2020 akan disesuaikan dengan Pergub Jatim

SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Perbup Ponorogo no 109 tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan (Protkes) di masa Pandemi Covid-19 akan direvisi.

Hal ini menyusul diterbitkannya Perda Nomor 2 Tahun 2020 serta Pergub Nomor 53 Tahun 2020.

"Perbup ini baru diterbitkan 1 minggu dan masyarakat masih belum banyak tahu, tapi wajib direvisi karena Perbup tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (17/9/2020).

Ipong mengatakan, dalam Perbup Ponorogo disebutkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan adalah denda sebesar Rp 50 ribu.

Namun, di peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, denda bagi pelanggar kesehatan adalah sebesar Rp 250 ribu.

"Kalau kami melanggar (tidak sesuai) maka salah. Jadi akan kami revisi dari Rp 50 ribu menjadi Rp 250 ribu," lanjutnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono mengatakan Perbup Ponorogo nomor 109 tahun 2020 akan disesuaikan dengan Pergub Jatim.

Dalam revisi tersebut, Pemkab Ponorogo akan melibatkan pengadilan negeri, kejaksaan, serta TNI dan Polri untuk melakukan pembahasan yang komprehensif.

"Saya rasa pembahasan satu hari bisa selesai ya," ucap Agus.

Nantinya Pemkab Ponorogo akan mendengar masukan dari berbagai pihak terkait besaran denda yang akan diterapkan.

"Jadi tidak saklek Rp 250 ribu. Mungkin nanti pelanggaran terendah Rp 50 ribu sampai dengan pelanggaran tertinggi Rp 250 ribu," ucapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved