Breaking News:

Berita Madiun

MUI dan FKUB Kota Madiun Mendesak Walikota Menutup Permanen In Lounge Setelah Ada Kasus Prostitusi

MUI, FKUB, dan Dewan Masjid Indonesia Kota Madiun mendesak Pemkot Madiun menutup permanen pub and karaoke In Lounge setelah ada kasus prostisusi

surya.co.id/rahadian bagus priambodo
In Lounge Pub & Karaoke di Jalan Bali, Kota Madiun. MUI, FKUB, dan DMI Kota Madiun mendesak Pemkot Madiun menutup permanen tempat tersebut. 

SURYA.co.id|MADIUN - Tiga organisasi keagamaan mendesak Wali Kota Madiun, Maidi agar menutup permanen pub dan karaoke In Lounge di Jalan Bali yang digerebek tim dari Unit III Asusila, Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (9/9/2020) minggu lalu.

Mereka mendesak Maidi untuk mencabut izin usaha In Lounge karena ditemukan praktek prostitusi di kamar mandi. Desakan itu disampaikan para pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Madiun, MUI, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Madiun, Rabu (16/9/2020) malam.

Para tokoh agama ini kecewa karena di tengah pandemi Covid-19 justru terjadi praktik prostitusi terselubung di In Lounge.

“Tempat hiburan yang bermasalah harus ditutup permanen. Tidak boleh buka lagi,” kata Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo.

Sutoyo mengatakan, saat ini seluruh umat beragama sedang fokus berdoa agar virus Corona segera hilang. Umat beragama juga patuh menerapkan protokol kesehatan.

“Kami yang di masjid dan saudara kami nasrani yang di gereja hati-hati semua dan memakai protokol kesehatan saat beribadah. Semua berdoa agar pandemi Corona ini segera selesai. Tapi di tempat hiburan malam seenaknya sendiri. Itu kan menodai keprihatinan masyarakat,” kata Sutoyo.

Oleh sebab itu, para tokoh agama di Kota Madiun meminta Pemkot Madiun agar segera menutup tempat hiburan malam yang bermasalah tersebut selamanya.

Sutoyo khawatir bila pub dan karaoke In Lounge tidak ditutup permanen maka akan mengundang kemarahan massa.

"Kami masyarakat Madiun hari ini kecewa dan marah karena mendengar kasus ini,” tegas Sutoyo.

Hukuman penutupan permanen kata Sutoyo, setimpal. Sebab, warga yang tidak memakai masker saja dikenakan denda hingga sanksi sosial.

Dia menambahkan, para tokoh agama tidak keberatan ketika ada tempat hiburan malam yang buka. Namun, tempat hiburan malam tersebut harus mematuhi peraturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan untuk menutup secara permanen sebuah tempat hiburan malam harus ada aturannya. Pemkot Madiun harus mengikuti prosedur atau aturan yang ada.

Semuanya ada aturan. Semuanya nanti akan sampai kesana. Saya punya wewenang tetapi tidak boleh sewenang-wenang. Semua prosedur pakai aturan,” kata Maidi.

Menurut Maidi semua pihak harus menghormati proses hukum yang sementara berjalan di Polda Jawa Timur.

“Boleh mengusulkan siapapun. Tapi aturan harus dilalui semuanya karena dengan seperti itu maka tidak ada yang dirugikan,” imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved