Breaking News:

Pilbup Banyuwangi 2020

Jika Sugirah Terpilih, Pertama Kalinya Petani Jadi Wakil Bupati Banyuwangi

Majunya Sugirah sebagai calon wakil Bupati Banyuwangi pada Pilbup Banyuwangi 2020, disambut antusias kalangan petani

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Sugirah saat bertemu kelompok petani Kawasan Utara di Banyuwangi, Kamis (17/9/2020). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Majunya Sugirah sebagai calon wakil Bupati Banyuwangi pada Pilbup Banyuwangi 2020, disambut antusias kalangan petani. Hal ini mengingat Sugirah adalah seorang petani yang memulai usahanya dari nol dengan turun langsung menggarap lahan pertaniannya.

"Selama ini tidak ada petani tulen yang menjabat sebagai Wakil atau Bupati Banyuwangi. Jika Sugirah terpilih, akan jadi pertama kalinya petani menjadi Wakil Bupati Banyuwangi," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi, Agil Ahmadiono, dalam Gesah Tani, bersama kelompok petani kawasan utara (Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, dan Licin), di Dusun Gatog Desa Taman Suruh, Banyuwangi, Kamis (17/9/2020).

Agil mengatakan sangat mengenal Sugirah. Selama 20 tahun, Agil bersama Sugirah aktif di KTNA dan HKTI.

"Sugirah berasal dari buruh tani. Keluarganya juga petani. Menjadi anggota DPRD Banyuwangi yang diurusi juga pertanian. Sudah saatnya petani duduk di pimpinan legislatif," kata Agil.

Agil menjelaskan, dengan pengalaman Sugirah selama ini, akan menjadi solusi dalam mengoptimalkan pertanian di Banyuwangi.

Sementara itu, Sugirah mengatakan, tidak menyangka bisa dipilih untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.

"Saya sudah 3 periode menjadi anggota DPRD Banyuwangi dan bidangnya di pertanian. Sebenarnya saya mau pensiun, tapi ternyata saya dipanggil dan ditunjuk mendampingi Bu Ipuk. Jadi saya harus siap," kata Sugirah.

Sugirah mengatakan, berdasarkan pengalamannya selama ini, banyak program disiapkan untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satunya penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi jawaban pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Di antaranya melalui program Kampung Tani, pertanian yang berbasis wisata dan pertanian organik.

"Melalui Kampung Tani, kesejahteraan petani melalui pertanian organik dan program terintegrasi dari hulu ke hilir akan mampu terangkat," kata Sugirah.

Sugirah mencontohkan, untuk meningkatkan produksi padi di kawasan selatan, penanaman menggunakan metode organik, sehingga produksinya sudah mencapai 6 hingga 7 ton per hektare.

Selain metode organik juga menggunakan rotasi tanam, di mana pada masa-masa tertentu petani menanam holtikultura, untuk menjaga kualitas tanah.

“Saya ini petani dari nol. Tangan dan kaki saya berlumpur. Saya bekerja di bawah terik matahari. Jadi paham A sampai Z soal pertanian. Ini yang akan terus kami tingkatkan programnya untuk kesejahteraan petani,” paparnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved