Breaking News:

Berita Jawa Timur

Jatim Kehilangan Banyak Dokter Akibat Covid-19, Pemprov Jatim Kembali Bagikan Ventilator

Pemprov Jatim kembali membagikan alat ventilator pada 17 rumah sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan dan Kabupten Jombang

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali membagikan alat ventilator pada 17 rumah sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan dan Kabupten Jombang, Kamis (17/9/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali membagikan alat ventilator pada 17 rumah sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan dan Kabupten Jombang, Kamis (17/9/2020).

Rinciannya, sebanyak 14 ventilator untuk rumah sakit swasta di Gresik, satu untuk RSUD Ibnu Sina Gresik, satu untuk rumah sakit yang ada di Lamongan, dan satu lainnya untuk rumah sakit yang ada di Jombang.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan bahwa ventilator menjadi kebutuhan penting bagi penanganan kuratif pasien dengan covid-19. Namun ia berharap agar ventilator yang dibagikan ini tidak sampai terpakai. Dalam artian tidak ada pasien covid-19 dengan kondisi parah sehingga menbutuhkan ventilator.

"Kami berharap bantuan ventilator ini tidak digunakan. Karena ventilator, hanya dibutuhkan kepada penderita kasus Covid-19 yang sangat membutuhkan bantuan pernafasan. Semoga kasus Covid-19 di Gresik dan beberapa daerah di Jawa Timur tidak sampai membutuhkan ventilator," ucap Khofifah.

Ia menyampaikan bahwa kondisi penyebaran covid-19 di Jatim saat ini menunjukkan bahwa pandemi belum berhenti. Penambahan kasus baru warga terinfeksi covid-19 masih terus saja terjadi.

Hari ini penambahan kasus baru masih bertambah 327 orang. Sehingga jumlah kumulatif kasus positif covid-19 Jatim hari ini mencapai 39.508 kasus. Kasus positif covid-19 yang meninggal dunia hari ini bertambah 29 orang.

Sehingga jumlah kasus covid-19 yang meninggal dunia di Jatim mencapai 2.896 kasus, atau persentatifnya 7,33 persen. Sedangkan kasus positif yang sembuh terus meningkat. Kasus sembuh kumulatif mencapai 31.866 kasus atau secara persentatif 80,66 persen.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan bahwa selama lebih dari enam bulan pandemi ini berlangsung, banyak warga Jatim terpapar dan meninggal dunia. Dan yang tak bisa dipungkiri pandemi covid-19 ini banyak menewaskan dokter.

"Kita telah kehilangan cukup banyak dokter. Di dalamnya adalah dokter-dokter spesialis," kata Khofifah.

"Saya ingin menyampaikan kalau kita ingin para dokter sehat, maka kita harus waspada dengan diri dan lingkungan sekitar kita. Karena banyak kemungkinan dokter praktek ketemu pasien OTG dan seterusnya," ujarnya.

Karena itu, Khofifah dalam kesempatan ini Khofifah juga turut membagikan puluhan ribu masker yang ia titipkan pada relawan. Seperti TKSK, pendamping desa, pendamping PKH dan juga tagana.

Terlebih saat ini gencar dilakukan yustisi oleh tim pemburu pelanggar covid-19. Ia ingin agar masyarakat semakin tertib dengan melaksanakan protokol kesehatan agar penyebaran covid-19 bisa ditekan.

"Tadi, bersama dengan staf khusus Menteri Kesehatan dan tim Task Force Kementerian Kesehatan, saya mendisplay video baru bahwa masih ada warga yang sangat tidak percaya virus itu hoax dan seterusnya," katanya.

Ia meminta agar masyarakat saat ini tidak lagi menanggap masker itu kewajiban. Tapi sebagai kebutuhan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved