Breaking News:

Berita Kediri

VIDEO Cara Tunanetra di Kediri Bikin Karya Seni Bambu Demi Biaya Hidup dan Kuliah Anak

Seorang penyandang tunanetra di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, mampu keluar dari kesulitan dengan usaha pahatan kursi dan kayu

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya dan keluar dari ujian kesulitan hidup. Seperti yang dilakukan Totok Yulianto, seorang penyandang tunanetra di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.

Totok mampu keluar dari kesulitan dengan usaha pahatan kursi dan kayu yang telah dijalani selama 10 tahun.

Sebelumnya, Totok mengaku juga pernah merasakan frustasi akibat sakit mata yang dideritanya, sehingga mengakibatkan buta.

Bahkan, ia harus merasakan depresi selama 2 tahun sejak tahun 2008 hingga 2010.

Pasalnya selain mengalami kebutaan mata, dia mengaku mendapat ujian bertubi-tubi. Saat itu, Totok kehilangan anak pertama dan ditinggal pergi oleh sang istri.

Hingga pada suatu waktu, dia tersadarkan atas dorongan temannya yang berada di Jakarta, untuk bangkit dan memulai hidup baru demi anak keduanya yang terus menemaninya kala itu hingga sekarang.

Totok saat itu diberikan modal dua juta rupiah oleh kawannya tersebut, dan akhirnya dia belanjakan untuk membeli sebuah peralatan pahat bambu.

Kepada SURYA.CO.ID, Totok mengatakan, bahwa alasan memilih menggunakan bambu untuk dipahat dan jadikan karya seni adalah karena saat itu bambu barang yang mudah ditemui.

"Carinya mudah dulu, bahkan sering dibantu warga sini untuk memberikan bambu bekas kepada saya hingga akhirnya saya gunakan untuk pahatan," ujar Totok.

Kemudian ia memulai memahat bambunya dengan tangan meraba-raba, dengan tongkatnya sebagai alat bantu untuk mengetahui sisi dan bentuk dari bambu.

Halaman
123
Penulis: Farid Farid
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved