Breaking News:

Berita Malang

Terdakwa Korupsi Dana Kapitasi Rp 8,5 M Bebas, Kejari Malang Siap Kasasi

Meski tidak mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya memutus bebas Abdurrahman, tetapi kejari siap menempuh upaya kasasi.

surya/erwin wicaksono
Kajari Malang, Edi Handojo 

SURYA.CO.ID, MALANG - Putusan bebas kepada terdakwa kasus korupsi dana kapitasi Puskesmas Kabupaten Malang, Abdurrahman, mendapat respons dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang.

Meski tidak mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya memutus bebas Abdurrahman, tetapi kejari siap menempuh upaya kasasi.

Abdurrahman yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, diputus bebas dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (16/9/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malang, Edi Handojo membenarkan kabar tersebut. "Kami belum tahu pertimbangan hakim memberi putusan bebas," ujar Edi ketika ditemui di Polres Malang.

Edi menuturkanm Abdurrahman mendapat putusan bebas murni. "Tetapi besok baru ada laporan Jaksa Penuntut Umum. Mungkin kita lihat apa yang direkam majelis hakim," tutur Edi.

Edi menyatakan pihaknya akan melakukan langkah hukum terhadap putusan tersebut. "Nanti setelah ada putusan lengkapnya, tentunya ada upaya hukum, yakni kasasi karena putusannya bebas," jelas Edi.

Tersangka lain, yakni Yohan Charles akan dilimpahkan berkas pemeriksaannya. "Yohan sudah siap dilimpahkan. Bahkan nanti kalau ditemukan indikasi yang lain turut terlibat, kita berkas kembali," tuturnya.

Sebagai informasi, kejari menetapkan Abdurachman sebagai tersangka dugaan korupsi dana kapitasi Puskemas pada 13 Januari 2020. Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.

Selain Abdurrahman, Kepala Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Yohan Charles L juga menjadi tersangka. Kedua tersangka memotong dana kapitasi 7 persen setiap bulan.

Praktik itu dilakukan medio tahun 2015 sampai 2017. Besaran nilai dana kapitasi yang dipangkas adalah total Rp 8,5 miliar.

Kedua tersangka berbagi peran dalam kasus ini. Abdurrahman menjadi otak utama yang memerintahkan Yohan untuk memuluskan rencana korupsi.

Pada 12 Agustus 2020, Abdurrahman sempat dituntut hukuman 10 tahun dalam dugaan korupsi tersebut. Ia dinyatakan terbukti melakukan pidana korupsi dana kapitasi 39 puskesmas, sepanjang 2015 hingga tahun 2017. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved