Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

Tak Ingin Bansos Dampak Covid-19 Salah Sasaran, Ini yang Dilakukan Pemkab Nganjuk

Salah satunya terkait kebijakan bantuan jejaring pengaman sosial (JPS) bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Foto Istimewa
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, M Yasin memimpin rapat koordinasi penyaluran bantuan sosial kepada warga dampak Covid-19. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemkab Nganjuk melakukan berbagai langkah langsung maupun tidak langsung dalam membantu perekonomian masyarakat terdampak Pandemi Covid-19.

Salah satunya terkait kebijakan bantuan jejaring pengaman sosial (JPS) bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Nganjuk, Nahfan Tohawi menjelaskan, pelaksanaan bantuan sosial akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk telah menjangkau sebanyak 20.000 jiwa dari 20 Kecamatan, sebanyak 4.031 jiwa bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta bantuan sebanyak 2.433 jiwa dari Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UM.

"Dengan demikian, total penerima bantuan sosial dampak Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nganjuk total mencapai 26.464 jiwa," kata Nahfan Tohawi dalam laporan pembahasan bantuan sosial dampak Covid-19 Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Dijelaskan Nahfan, jumlah bantuan tersebut dipastikan akan ada penambahan bantuan sosial dari Provinsi Jatim sebanyak 10.000 jiwa.
Untuk itu, sebagai langkah antisipasi agar bantuan dari Provinsi Jatim tersebut tepat sasaran maka evaluasi pemberian bantuan dari tahap satu dan dua akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan bantuan sosial berikutnya tersebut.

"Maka dari itu, hasil evaluasi penyaluran bantuan sosial yang telah direalisasi cukup penting agar dalam penyaluran bantuan berikutnya sesuai dengan sasaran yang ditargetkan," ucap Nahfan.

Sementara Sekretaris Daerah Nganjuk, M Yasin mengatakan, diharapkan dalam pembahasan bantuan sosial pada tahap ketiga agar dirinci dan dihitung ulang terkait penerima bansos agar tepat sasaran.

Dengan demikian terjadinya kesalahan dalam pemberian bantuan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat terdampak Pandemi Covid-19.

"Dengan begitu, pelaksanan bantuan sosial dari Provinsi Jatim untuk 10.000 jiwa di Kabupaten Nganjuk bisa terealisasi dan dilaksanakan secara maksimal tanpa ada persoalan," kata M Yasin.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Edy Santoso mengatakan, pihaknya berharap kepada seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Nganjuk agar bersinegi dan dapat menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dan adanya penerima bantuan sosial ganda harus diantisipasi dan dihindari sehingga bantuan bisa sampai kepada yang betul-betul berhak dan membutuhkan.

"Tentunya kerjasama yang baik antar instansi Pemerintah kami harapkan dimaksimalkan sehingga tidak terjadi tumpang tindih data penerima bantuan sosial kepada warga terdampak Pandemi Covid-19," tutur Edy Santoso.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved