Breaking News:

Stop Genosida Muslim Uighur, Aktivis HAM Sebut 1 Juta Orang Ditahan, Minta PBB Kirim Tim Penyelidik

Mereka meminta PBB turun tangan. Mengirim tim penyelidik ke wilayah Xinjiang, China, sebuah wilayah yang dihuni kaum muslim Uighur

TRIBUNNEWS.com/AFP
FOTO: Diambil pada 11 September 2019 menunjukkan seorang pria mengendarai kendaraan di lingkungan etnis Uighur di Aksu, Xinjiang. 

 SURYA.co.id I NEW YORK - Sejumlah organisasi pembela Hak Azasi Manusia (HAM) mengirim surat ke PBB,Selasa, (15/9/2020).

Mereka meminta PBB turun tangan. Mengirim tim penyelidik ke wilayah Xinjiang, China, sebuah wilayah yang dihuni kaum muslim Uighur.

Mereka menyebut telah terjadi kejahatan kemanusiaan dan genosida. Dalam surat itu menyampaikan data ada lebih dari 1 juta orang yang ditahan di kamp-kamp Xinjiang.

Dilansir dari Reuters, (15/9/2020), Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi tuduhan tersebut ketika dihubungi Reuters.

Berbeda dari tuduhan para aktivis, China mengatakan kamp tersebut digunakan untuk pendidikan vokasional dan pusat pelatihan.

Kamp tersebut menjadi bagian dari langkah deradikalisasi dan perlawanan terhadap terorisme.

Surat terbuka itu ditandatangani berbagai kelompok, termasuk Proyek Hak Asasi Manusia Uighur yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) dan Genocide Watch.

Mereka meminta Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan.

"Kejahatan, termasuk penahanan secara sewenang-wenang sebanyak 1 sampai 1,8 juta orang di kamp penahanan, progam indoktrinasi politik besar-besaran, penghilangan paksa, penghancuran situs budaya, kerja paksa, angka penahanan di penjara yang tidak proporsional, kampanye dan kebijakan kontrasepsi paksa," demikian bunyi pernyataan dalam surat itu dikutip dari Reuters.

"Tindakan-tindakan ini sudah memenuhi ambang undang-undang genosida, pokok kejahatan internasional menurut Konvensi Genosida, yang melarang 'tindakan pemaksaan dengan maksud mencegah kelahiran' di kelompok etnis atau keagamaan.

Halaman
123
Editor: Suyanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved