Breaking News:

Berita Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto Menutup Permanen Toko Swalayan di Pasar Tanjung Karena Melanggar Aturan

Petugas Satpol PP menutup permanen sebuah toko swalayan di Jalan Residen Pamuji depan Pasar Tanjung, Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2020).

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Satpol PP melakukan penutupan permanen sebuah toko swalayan di Jalan Residen Pamuji depan Pasar Tanjung, Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Petugas Satpol PP  menutup permanen sebuah toko swalayan di Jalan Residen Pamuji depan Pasar Tanjung, Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2020).

Eksekusi penutupan permanen ini lantaran toko swalayan ini menyalahi aturan terkait penataan swalayan yang jaraknya sudah diatur dalam Peraturan Daerah tidak boleh berada di dekat Pasar.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan satu toko swalayan telah melanggar Perda Nomor 18 Tahun 2015 terkait penataan toko swalayan yang jaraknya terlalu dekat dengan Pasar Tanjung. Pasalnya, sesuai Perda itu pendirian toko swalayan minimal 300 meter dari lokasi pasar.

"Swalayan di depan Pasar Tanjung itu ditutup secara permanen," ujarnya disela kegiatan Operasi Yustisi di Alun-alun Kota Mojokerto, Rabu (16/9).

Menurut Dodik, penutupan permanen toko swalayan itu bersamaan penindakan penertiban dua toko swalayan yang juga melanggar aturan.

Sehingga, ada tiga toko swalayan yang dilakulan penindakan yaitu toko swalayan di Pasar Tanjung (Tutup Permanen), sedangkan toko swalayan di kawasan Bypass Kecamatan Magersari dan Kecamatan Prajuritkulon masing-masing ditutup sementara lantaran masa izin sudah tidak berlaku.

"Jadi penertiban toko swalayan di tiga lokasi berbeda ini merupakan awal dan akan dilanjutkan besok lagi penutupan lantaran masih ada toko swalayan yang melanggar masa izin sudah tidak berlaku," ungkapnya.

Polisi Penegak Perda ini melakukan penindakan terhadap toko swalayan yang melanggar aturan sesuai hasil inventarisasi
Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto. Hasilnya, ada puluhan toko swalayan telah masuk dalam data penertiban untuk dilakukan penutupan sementara.

Petugas Satpol PP sudah berulang kali melayangkan surat peringatan untuk pengelola toko swalayan namun ternyata tidak ada berkas perpanjangan perizinan yang masuk di DPMPTSP.

"Sudah kami peringatkan lagi dan hari ini eksekusi untuk tutup sementara sampai izin terbaru kaluar," tandasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved