Breaking News:

Berita Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto Akan Menutup Sementara 22 Toko Swalayan

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto akan menertibkan puluhan toko swalayan yang melanggar aturan di wilayah Kota Mojokerto.

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Proses penutupan salah satu toko swalayan di kota Mojokerto oleh petugas Satpol PP 

SURYA.co.id |  MOJOKERTO - Petugas Satpol PP Kota Mojokerto akan menertibkan puluhan toko swalayan yang melanggar aturan di wilayah Kota Mojokerto.

Penindakan berujung penutupan sementara ini lantaran toko swalayan tersebut telah melanggar Perda yaitu masa izin sudah tidak berlaku.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan pihaknya berkoordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah menginventarisasi terkait toko swalayan yang masa berlaku izinnya sudah tidak berlaku.

"Kami sudah menginventarisir bersama DPMPTSP ada 23 toko swalayan, satu di depan Pasar Tanjung ditutup permanen dan 22 toko swalayan masa izin sudah tidak berlaku dan atau belum diperbarui mengenai perizinan," ungkapnya, Rabu (16/9/2020).

Menurut Dodik, masa berlaku toko swalayan ini habis pada Juli 2020 kemarin. Padahal, perizinan toko swalayan ini diperbarui setiap tiga tahun.

"Untuk 22 toko swalayan izin sudah tidak berlaku dan atau belum diperpanjang sehingga dilakukan penutupan sementara oleh petugas Satpol PP," terangnya.

Satpol PP Kota Mojokerto bersama DPMPTSP dan Disperindag bertindak tegas dalam penegakan Perda akan menertibkan toko swalayan yang melanggar aturan tersebut.

"Penindakan penutupan toko swalayan hari ini sudah dilakukan pada tiga lokasi dan kembali dilanjutkan besok kemungkinan selesai," jelasnya.

Sebelumnya, petugas Satpol melakukan eksekusi berujung penutupan permanen sebuah toko swalayan di Jalan Residen Pamuji depan Pasar Tanjung, Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2020).

Toko swalayan ditutup permanen lantaran melanggar Perda Nomor 18 Tahun 2015 terkait penataan toko swalayan yang jaraknya terlalu dekat dengan Pasar Tanjung. Sesuai Perda itu pendirian toko swalayan minimal 300 meter dari lokasi pasar.

Petugas Satpol PP menempelkan stiker berukuran jumbo sebagai tanda bahwa toko swalayan ini telah ditutup.

Dalam penutupan permanen toko swalayan ini melibatkan Satpol PP, DPMPTSP dan Disperindag Kota Mojokerto.

Penutupan permanen toko swalayan itu bersamaan dengan penindakan penertiban dua toko swalayan yang juga melanggar aturan yaitu toko swalayan di kawasan Bypass Kecamatan Magersari dan Kecamatan Prajuritkulon yang masing-masing ditutup sementara lantaran izin sudah tidak berlaku.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved