Breaking News:

Berita Sidoarjo

Sanksi Denda Terbukti Efektif, Kini Masyarakat Sidoarjo Lebih Disiplin Pakai Masker

Sekarang ini, di jalanan mencari dua atau tiga orang saja yang tidak memakai masker di Sidoarjo sudah sulit

SURYA.CO.ID/M Taufik
Mobile Covid Hunter, personel khusus patroli ke berbagai wilayah di Sidoarjo untuk menindak warga yang melanggar protokol kesehatan. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Di jalanan dan di tempat-tempat umum Sidoarjo sudah jarang sekali terlihat masyarakat yang tidak memakai masker.

Bahkan, di kafe dan sejumlah restoran, kebiasaan cuci tangan dan jaga jarak juga terlihat lebih tertib dua hari belakangan ini.

Menurut Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, kondisi itu menjadi bukti bahwa sanksi denda jauh lebih efektif ketimbang sanksi kerja sosial seperti yang sebelumnya dijalankan.

"Sekarang ini, di jalanan mencari dua atau tiga orang saja tidak pakai masker sudah sulit. Jauh berbeda dibanding sebelumnya," kata Sumardji usai acara pemberangkatan mobile covid hunter, Selasa (18/9/2020).

Sebelumnya, berulang kali warga dihukum membersihkan jalan, membersihkan makam dan sebagainya, tetap saja banyak yang melanggar.

Ya, dua hari belakangan, Polresta Sidoarjo bersama Satpol PP dan TNI gencar menggelar razia dan langsung sidang di tempat.

Pelanggar protokol kesehatan dikenai sanksi denda. Perorangan Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu, sementara pelaku usaha Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta.

Beberapa kali razia, terhitung sudah sekitar 65 orang kena denda. Termasuk perorangan dan beberapa pengelola restoran atau kafe.
"Secara berkala, kegiatan razia dan sidang di tempat terus kami gelar," lanjut Sumardji.

Mulai sekarang, sejak pagi hingga malam, ada ratusan personel gabungan TNI, Polisi dan Satpol PP yang diterjunkan ke berbagai wilayah di Sidoarjo. Mereka dibekali mobil dan motor untuk terus patroli bergantian siang dan malam.

"Ketika melihat ada warga atau tempat usaha melanggar protokol kesehatan, langsung ditindak. Disita KTP-nya dan dikenakan Tipiring (tindak pidana ringan), semacam ditilang," urainya.

Surat itu dipakai untuk mengambil ke pengadilan. Sidang dan sanksi denda. Sesuai pelanggaran, sebagaimana aturan Gubernur Jatim terkait protokol kesehatan.

Pasukan yang patroli keliling berbagai wilayah itu dinamai mobile covid hunter. Secara resmi mereka diberangkatkan atau mulai menjalankan tugas sejak Selasa (15/9/2020) petang.

Petugas juga berkordinasi dengan Dinas Kesehatan, daerah-daerah mana yang rawan penyebaran covid-19 bakal menjadi sasaran utama patroli.

Sejauh ini, menurut Sumardji, kondisinya masih sama dengan sebelumnya. Ada tiga wilayah paling rawan di Sidoarjo. Yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Taman dan Waru.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved