Breaking News:

Berita Nganjuk

Tim Resmob Polres Nganjuk Bekuk Pekerja Serabutan Diduga Usai Transaksi Sabu di SPBU

Diduga selesai transaksi narkotika jenis sabu di SPBU, Yuli Triyanto (29), diamankan Tim Resmob Polres Nganjuk.

foto: polres nganjuk untuk surya.co.id
Yuli Triyanto, tersangka pengedar dan pengguna sabu yang diamankan Resmob Polres Nganjuk di SPBU Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Diduga selesai transaksi narkotika jenis sabu di SPBU, Yuli Triyanto (29),  diamankan Tim Resmob Polres Nganjuk.

Dari tangan kuli serabutan asal Desa Jekek Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk disita sejumlah barang bukti berupa satu klip plastik berisi sabu seberat 0,20 gram, seperangkat alat hisap sabu dan alat timbang, sepeda motor, dan lainya.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar dan pengguna sabu tersebut saat digelar patroli pengamanan wilayah oleh jajaran Resmob Polres Nganjuk.

Di mana tim Resmob menjumpai seorang pemuda yang hingga dini hari gerak geriknya mencurigakan di lingkungan SPBU Desa Baron Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk.

"Tim Resmob Polres yang Patroli di SPBU langsung melakukan pengamanan terhadap pemuda tersebut dan dilakukan penggeledehan," kata Rony Yunimantara, Rabu (16/9/2020).

Dari penggeledahan tersebut, dikatakan Rony Yunimantara, ditemukan barang bukti satu klip plasti berisi sabu di saku depan celana sebelah kiri tersangka.

Selain itu, dari tangan tersangka juga diamankan seperangkat alat hisap sabu dan sepeda motor milik tersangka yang diduga digunakan untuk aktifitas transaksi narkotika jenis sabu.

"Saat itu juga, tersangka dan barang bukti langsung diamankan dan diserahkan ke Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut, dan tersangka terancam dijerat UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hingga 20 tahun penjara," ucap Rony Yunimantara.

Diakui Rony Yunimantara, dalam beberapa bulan terakhir ini sejumlah pengedar narkotika jenis sabu diamankan dari lingkungan SPBU di wilayah hukum Polres Nganjuk.

Hal itu diduga dikarenakan di lokasi SPBU yang beroperasi selama 24 jam cocok dan aman digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. Ini dimungkinkan karena SPBU selain lokasinya berada di tepi jalan juga dikarenakan banyak orang lalu lalang mengisi BBM sehingga tidak ada yang mencurigai aktifitas transaksi narkoba.

"Untuk itulah, seringkali jajaran Polres Nganjuk melakukan patroli pengaman di SPBU yang ada di Kabupaten Nganjuk agar tidak dijadikan tempat transaksi narkoba. Kami mengharapkan warga memberikan informasi ke Polisi terdekat apabila mengetahui atau menjumpai kegiatan transaksi narkoba," tutur Rony Yunimantara. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved