Breaking News:

Berita Tulungagung

Disperumkim Tulungagung Patok Ribuan Meter Tanah Bekas Aliran Sungai Ngrowo

Tanah bekas kali mati ini membentang sepanjang 600 meter, meliputi tiga desa/kelurahan.

surya.co.id/david yohannes
Petugas Disperumkim Kabupaten Tulungagung memberi tanda pada patok batas tanah bekas Sungai Ngrowo, Rabu (16/9/2020). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Tulungagung mulai mematok tanah bekas Sungai Ngrowo, di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.

Tanah bekas kali mati ini membentang sepanjang 600 meter, meliputi tiga desa/kelurahan.

Selain Desa Moyoketen, seluas total 20.225 meter persegi ini juga berada Desa Bono Kecamatan Boyolangu, dan Kelurahan Kedungsoko Kecamatan Kota.

“Lebar tanah bervariasi karena ini bekas sungai, antara 20-35 meter. Sehingga jika dihitung terakumulasi 20.225 meter persegi,” terang Kabid Pertanahan Disperumkim Tulungagung, Nurkodig, Rabu (16/9/2020).

Nurkodig menjelaskan, tanah ini dulunya adalah aliran Sungai Ngrowo lawa.

Karena ada proyek penanggulangan banjir Parit Agung, pemerintah membuat saluran air baru.

Sungai alam yang berkelok-kelok dijadikan lurus, seperti Sungai Ngrowo saat ini.

Bekas Sungai Ngrowo lama ini kemudian menjadi kali mati.

Lambat laun kali ini berubah menjadi daratan dan dimanfaatkan oleh warga setempat.

Saat ini tanah yang terdata di tiga desa ini banyak dimanfaatkan untuk perkebunan belimbing dan permukiman warga.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved