Breaking News:

Berita Blitar

Delapan Kafe di Blitar Diberangus, Acara Karawitan Dihadiri Camat Juga Dihentikan

Sebuah kegiatan pertunjukan kesenian karawitan yang juga dihadiri Camat Talun, juga dihentikan dan dibubarkan

Delapan Kafe di Blitar Diberangus, Acara Karawitan Dihadiri Camat Juga Dihentikan - penutupan-hiburan-malam-1.jpg
surya/imam taufiq
Petugas Polres Blitar memberi pengumuman dari panggung karawitan di dekat Kantor Kecamatan Talun, agar kegiatan kesenian dihentikan untuk penegakkan protokol pencegahan Covid-19, Selasa (15/9/2020) malam.
Delapan Kafe di Blitar Diberangus, Acara Karawitan Dihadiri Camat Juga Dihentikan - penutupan-hiburan-malam-2.jpg
surya/imam taufiq
Petugas Polres Blitar memberi penjelasan pemilk kafe alasan penutupan untuk penegakkan protokol pencegahan Covid-19, Selasa (15/9/2020) malam

SURYA.CO.ID, BLITAR - Penegakkan disiplin protokol pencegahan penularan Covid-19 melalui operasi yustisi di wilayah Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2020) malam, dilakukan dengan sangat tegas. Jajaran Polres Blitar tanpa kompromi menutup delapan kafe karena mengabaikan maskerisasi.

Tidak hanya itu, sebuah kegiatan pertunjukan kesenian karawitan yang juga dihadiri Camat Talun, juga dihentikan dan dibubarkan. Bahkan gedung kesenian itu dipasangi police line, seperti halnya delapan kafe di atas.

Operasi itu dipimpin Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani, bersama Kasatreskrim, AKP Doni Cristian Baralangu dan para kasat lain. Penghentian acara pertunjukan karawitan itu membuat kaget para warga dan perangkat kelurahan yang datang.

Karena dianggap mengundang banyak orang dan tak mematuhi protokol pencegahan Covid-19, petugas menghentikan kegiatan itu. "Kami menyadari kegiatan kesenian itu dianggap mengabaikan protokol kesehatan, ya nggak apa-apa," ujar Camat Talun, Indro Riyadi.

Penindakan pertunjukan karawitan bukan yang pertama kali. Karena kapolres memulai operasi yustisi dengan sasaran para pengendara kendaraan bermotor dan pengunjung warung yang tak bermasker.

Operasi pertama digelar pukul 20.30 WIB di depan Polsek Talun atau perempatan traffic light. Di lokasi itu, petugas menghentikan sejumlah mobil dan motor. Namun tak ada yang terkena sanksi karena semua pengendara memakai masker.

"Sepertinya kesadaran pengendara sudah meningkat sehingga tak ada yang kena sanksi (tilang tak mengenakan masker)," ujar Fanani.

Setelah itu, petugas berpindah ke depan SPBU Talun. Sasarannya adalah para pengunjung warung kopi (warkop) di sepanjang jalan Malang-Blitar itu. Hasilnya tujuh kafe atau warkop dan satu di antaranya pujasera, langsung ditutup.

Itu berlangsung pukul 21.00 WIB. Semua tempat usaha itu juga dipasangi police line, sehingga tak bisa buka sampai waktu yang belum ditentukan. Alasannya, karena banyak pengunjung dan mereka jarang mengenakan masker.

"Kami melakukan tindakan tegas ini karena mereka tak mengindahkan protokol Covid-19. Boleh buka usaha, asal jaga jarak antarpengunjung, bukan seenaknya seperti itu," ungkapnya.

Fanani menambahkan, pihaknya tidak melarang orang membuka usaha siang atau malam hari. Namun pemilik usaha maupun orang yang datang atau pengunjungnya mininal harus mengenakan masker. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved