Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

UC Kembangkan Kuliah Online dengan UC FIKOM Radio, Mahasiswa Mengaku Enjoi karena Ada Selingan Lagu

Universitas Ciputra (UC) Surabaya memanfaatkan media streaming radio, UC Fikom Radio, menjadi media pembelajaran daring.

surya.co.id/habibur rohman
DOSEN SIARAN - Dosen Universitas Ciputra (UC) memanfaatkan UC Fikom Radio untuk 'Streaming Radio", Senin (14/9/2020). Selama Pandemi Covid-19, Fikom UC mengembangkan streaming radio bernama "UC Fikom Radio" sebagai media pembelajaran daring. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang belum dapat diprediksi kapan akan berakhir menjadi persoalan tersendiri bagi proses belajar mengajar.

Memilih pola yang tepat sangat diperlukan perguruan tinggi dalam melangsungkan pembelajaran efisien.

Hal ini dibuktikan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Ciputra (UC) Surabaya.

Selama pandemi Covid-19, kampus di kawasan Surabaya Barat ini memanfaatkan media streaming radio, UC Fikom Radio, menjadi media pembelajaran daring.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. H. Burhan Bungin, S.Sos., Ph.D., menjelaskan, institusi pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi komunikasi di tengah pandemi Covid-19.

“Teknologi komunikasi memegang peranan penting agar kualitas pendidikan lebih terjamin. Lebih jauh lagi, dengan pemanfaatan teknologi komunikasi, citra institusi kita juga akan terjaga,” ujar Prof. Burhan.

Sedang Kepala Program Studi FIKOM, Hilda Yunita Wono, S.I.Kom, M.Med.Kom., menjelaskan berbagai hal perlu dipersiapkan dalam mengelola kelas daring dengan memanfaatkan UC FIKOM Radio.

"Dosen wajib memberikan jadwal siaran dan materi kuliah terlebih dahulu melalui moodle atau aplikasi pembelajaran agar mahasiswa dapat memiliki gambaran visual atas pembelajaran yang tidak dapat tersampaikan melalui siaran radio," katanya.

Pantauan Surya.co.id, terrlihat dosen siaran layaknya penyiar radio dengan membagi materi ke dalam beberapa segmen.

Di setiap segmen dosen menyampaikan materi kepada mahasiswa. Selanjutnya pada saat jeda, dosen  memutarkan lagu-lagu. Saat itulah mahasiswa menyampaikan pertanyaan atau diskusi melalui media sosial.

“Terkadang dosen dapat juga mengundang narasumber dari luar kampus, melalui sambungan telepon untuk menambah kekayaan materi bagi mahasiswa,” sambung Hilda Yunita Wono.

Setelah kelas daring berakhir, dosen biasanya memberikan kuis atau tugas untuk mengukur kemampuan mahasiswa memahami materi.

"Tugas atau kuis ini sangat berguna agar mahasiswa berkonsentrasi saat kelas daring berlangsung, ini juga membantu dosen untuk mengetahui efektivitas kelas," terangnya.

Inovasi ini mendapat respons mahasiswa yang jenuh dengan pembelajaran via Zoom Meeting.

Salah satu mahasiswa semester 3, Yusuf Arjuna Wibawa mengaku lebih tertarik jika dibanding melalui Zoom Meeting, sebab cara ini dirasa lebih friendly dan hemat kuota.

"Karena kalau zoom kan video membutuhkan kuota besar sedangkan kalau lewat radio selain lebih hemat, disamping itu suasana pembelajaran juga lebih cair karena ada selingan lagu,"  pungkas mahasiswa asal Blitar ini. 

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved