Breaking News:

Berita Kediri

Razia Kamar Kos Satpol-PP Ungkap Pasangan Selingkuh

Masyarakat resah karena di rumah kos khusus perempuan itu, DA sering memasukkan teman prianya dan sampai menginap.

surya/didik mashudi
Petugas Satpol PP melakukan pendataan pasangan selingkuh yang diamankan dari tempat kos di Kelurahan Bandarlor, Kota Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Entah mengapa begitu sering dipergoki pasangan tidak sah atau bukan suami istri (pasutri) yang menginap di rumah kos di wilayah Kediri.

Senin (14/9/2020) malam, penggerebekan sepasang kekasih kembali dilakukan petugas Satpol PP Kota Kediri di sebuah kamar kos di Kelurahan Bandarlor, lantaran keduanya diduga bukan pasangan yang sah.

Dua orang yang diamankan itu masing-masing adalah perempuan berinisial DA (24), warga Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, dan teman prianya, TAP (20), warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Petugas Satpol PP mendatangi kamar di rumah kos itu, karena ada masyarakat yang resah dan melapor. Masyarakat resah karena di rumah kos khusus perempuan itu, DA sering memasukkan teman prianya dan sampai menginap.

"Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait rumah kos yang meresahkan warga di Kelurahan Bandarlor. Setelah dilakukan pemantauan awal petugas melakukan penindakan," jelas Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid, Selasa (15/9/2020).

Pasangan ini ditemukan petugas di dalam kamar kos dengan pintu terbuka. Saat petugas mendatangi tempat kos didapati keduanya di dalam kamar yang pintunya terbuka.

Saat petugas menanyakan identitas, mereka mengaku sudah menikah. Tetapi keduanya tidak bisa menunjukkan bukti buku nikah. Sehingga petugas membawa mereka ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan dan pendataan.

Sementara hasil pengembangan awal, diduga merupakan mereka adalah pasangan selingkuh. Karena pihak laki -laki sudah punya istri dan yang perempuan berstatus mahasiswi.

"Kedua pelaku kami data. Petugas juga memberikan pembinaan dan memanggil keluarga masing-masing.
Kita serah terimakan untuk pembinaan lebih lanjut," jelasnya.

Sementara untuk pemilik kos dipanggil untuk diminta keterangan. "Kalau ada pembiaran untuk tempat prostitusi akan kita tutup usaha rumah kosnya," tandasnya. ***

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved