Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Mujiaman Blusukan, Sebut Bangun Kota Harus dari Pasar

Mantan Dirut PDAM Surabaya ini melihat sendiri keberadaan pasar di Surabaya yang penuh potensi. Namun kondisinya memprihatinkan

SURYA.CO.ID/Sugiharto
Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Mujiaman saat mengedukasi pedagang di Pasar Simo tetap pakai masker, Selasa (15/9/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bakal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman makin riil dalam upaya mereka mewujudkan Surabaya ke depan dengan jarkon "Maju Kotane, Makmur Wargane".

Bahkan, beberapa hari ini Mujiaman turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya.

Mantan Dirut PDAM Surabaya ini melihat sendiri keberadaan pasar di Surabaya yang penuh potensi. Namun kondisinya memprihatinkan. Selain sumuk, kotor dan dijauhi pembeli.

Atap rendah, sirkulasi udara minim membuat tidak nyaman. Padahal semua barang, kebutuhan dan komoditas lainnya dijual lebih murah ketimbang di supermarket atau minimarket.

"Hampir semua pasar kondisinya sama. Tak nyaman. Padahal denyut ekonomi warga ada di pasar. Kalau kami diberi kepercayaan warga, bangun pasar dan pasar yang lebih nyaman tidak bisa ditunda lagi," kata Mujiaman saat blusukan ke Pasar Simo, Surabaya, Selasa (15/9/2020).

Berbagai aktivitas jualan apa pun ada di pasar. Artinya pergerakan ekonomi warga ada di tempat ini. Namun belum ada sentuhan riil membangun pasar yang representatif. Mujiaman yakin tidak ada yang tidak bisa.

"Kalau mau akan banyak cara. Tapi kalau tidak mau akan banyak alasan untuk tidak membangun. Yakin dengan pasar, semua sejahtera. Bangun kota harus dari pasar," kata alumnus ITS ini.

Semua warga bisa kerja dan cari makan di pasar. Mulai dari pedagang, pengepul hingga tukang panggul ada di sini. Semua nyambut gawene (Bekerja, red) di situ. Kalau nyaman, keluarga akan kerasan belanja di pasar.

Mujiaman bertekad menjadikan pasar sebagai tempat piknik nyaman bagi keluarga. Harus ada pasar di setiap kelurahan, bahkan kampung.

"Siapa yang membangun pasar nyaman itu, pemerintah. Harus ada terobosan. Saya berkeyakinan tidak ada yang tidak bisa dengan kekuatan APBD besar seperti Surabaya," kata Mujiaman.

Saat blusukan ke Pasar Simo, Mujiaman mendapati banyak keluhan pedagang karena aktivitas Pasar Simo berpindah ke jalan umum. Pemilik bedak dan stan asli tetap di dalam pasar. Mereka dikalahkan oleh pedagang yang bukan penghuni stan.

Dari ratusan bedak, banyak yang ditinggalkan pedagang. Artinya kegiatan ekonomi warga terhenti. Penyebabnya pembeli lari karena tak nyaman. Pedagang berebut jualan di jalan.

"Jangan sampai persoalan kecil pasar menjadi persoalan kota. Kalau pasar dibangun lebih bagus semua bisa diatur. Yang juga harus Diperhatikan, jangan sampai warga tak jualan barang sehari pun," Kata Mujiaman.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved