Breaking News:

Berita Sidoarjo

Langgar Protokol Kesehatan, Kafe di Sidoarjo Didenda Rp 5 Juta, Pengelola Kaget dan Keberatan

Razia protokol kesehatan semakin gencar digelar di Sidoarjo. Selain warga dan pengguna jalan, razia juga menyasar restoran, kafe dan sejumlah warung

SURYA.CO.ID/M Taufik
Sidang di tempat, para pelanggar protokol kesehatan saat menjalani sidang usai terjaring razia petugas gabungan di Sidoarjo, Senin (14/9/2020) malam. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Razia protokol kesehatan semakin gencar digelar di Sidoarjo. Selain warga dan pengguna jalan, razia juga menyasar restoran, kafe dan sejumlah warung di Kota Delta.

Sanksi denda pun tidak hanya untuk pengunjung atau pengguna jalan. Pengelola tempat usaha yang ketahuan melanggar protokol kesehatan juga dihukum membayar denda.

Sebuah kafe di kawasan Transmart, Senin (14/9/2020) malam, ada yang kena denda Rp 5 juta. Itu gara-gara mereka ketahuan tidak menjalankan protokol kesehatan.

"Kafe ini melanggar. Tidak menyediakan tempat cuci tangan, tidak memasang tanda silang di tempat duduk pengunjung dan tidak menerapkan physical distancing," kata Plh Bupati Sidoarjo, Ahmad Zaini di sela razia bersama petugas gabungan TNI, Satpol PP dan Polisi.

Sementara pengelola kafe mengaku benar-benar kaget bisa sampai kena denda segitu besar. Mereka merasa keberatan, apalagi sebelumnya juga disebut tidak ada sosialisasi terkait penerapan aturan denda tersebut.

Namun dia tidak sendirian. Beberapa kafe lain di kawasan Transmart juga terkena hukuman. Pengelolanya ada yang kena sanksi denda Rp 500 ribu, ada juga yang dihukum membayar denda Rp 1 juta karena tidak menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya.

Dalam razia ini, petugas gabungan menyisir sejumlah kafe dan resto. Mereka yang ketahuan melanggar langsung disidang di tempat.

Penyidik, dan hakim juga lengkap dihadirkan untuk memutuskan pelanggaran dan menjatuhkan sanksi.

Acuan hukum yang dipakai adalah Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020. Dalam pasal 27 C dijelaskan, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp 500 ribu, sementara untuk perusahaan atau banda usaha maksimal denda Rp 100 juta.

"Ini warning keras bagi semua pihak. Agar lebih tertib dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," tandas Zaini.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved