Breaking News:

Berita Gresik

Hasil Penelusuran Dinsos Gresik terkait Dugaan Pemotongan Dana PKH di Kecamatan Duduksampeyan

Penelusuran Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik di Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan terkiat dugaan pemotongan bantuan program PKH.

surya.co.id/willy abraham
Sejumlah bukti struk bantuan PKH milik warga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Penelusuran Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik di Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan terkiat dugaan pemotongan bantuan program keluarga harapan (PKH) menjatuhkan sanksi surat peringatan (SP) kepada pendamping.

Selain itu, pendamping wajib mengembalikan sejumlah uang milik kelompok pemetik manfaat (KPM).

Tercatat ada enam nama KPM yang uangnya dikembalikan oleh pendamping.

"Sudah saya kembalikan sebesar Rp 2.170.000," ucap pendamping PKH, Rohmatul Ula, Selasa (15/9/2020).

Wanita yang kerap disapa Ula ini menyebut bahwa persoalan PKH di tempatnya telah selesai.

Kejadian tersebut memang disebabkan karena adanya kesalahan data.

"Saya sudah klarifikasi dan sudah saya kembalikan. Alhamdulillah sudah tidak ada masalah. Semuanya selesai,” tambah Ula.

Koordinator Daerah PKH Lestari Widodo menegaskan kejadian di Duduksampeyan harus menjadi pelajaran berharga bagi para pendamping di Gresik.

Widodo memastikan hasil akhir dari penelusuran di lokasi, memang karena kesalahan data.

“Kami juga sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan dan uangnya harus dikembalikan,” terangnya.

Widodo memastikan bahwa SP sudah dikirim dan diterima oleh pendamping PKH itu. Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved