Breaking News:

Disperindag Jatim Sebut Ekspor Udang Jawa Timur Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Di tengah penurunan kinerja ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, peluang ekspor udang Jawa Timur justru terbuka lebar

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan (tengah/masker hitam) saat mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah lndar Parawansa di acara panen udang vaname di lahan ketahanan pangan Puspenerbal Juanda beberapa bulan yang lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah penurunan kinerja ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, peluang ekspor udang Jawa Timur justru terbuka lebar.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan.

"Menurut data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), ekspor ikan dan udang semester I tahun 2020 justru mengalami peningkatan, total kenaikannya adalah 3,33% atau senilai USD 636,84 juta," kata Drajat saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Selasa (15/9/2020).

Angka tersebut naik, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Bahkan, kata Drajat, pada bulan Juli, ekspor ikan dan udang kembali naik sebesar 17,74%.

Menurutnya, pasar dengan penyerapan paling tinggi terhadap komoditi ikan dan udang di Jawa Timur adalah negara Amerika Serikat (AS), China dan Jepang.

Dikatakannya pula, kondisi itu terbukti juga dengan data yang pihaknya dapat dari Pusdatin Kemenperin RI Januari sampai Juni 2020.

"Di mana berdasarkan data yang kami lansir dari Pusdatin Kemenperin RI Januari sampai Juni 2020, bahwa terdapat 3 negara teratas yang menjadi tujuan ekspor udang Jawa Timur. Di antaranya adalah Amerika Serikat sebesar USD 151,86 juta, Jepang sebesar USD 84,31 juta dan China sebesar USD 27,05 juta," jelasnya.

Adapun nilai total ekspor udang Jatim ke 3 negara tersebut, kata Drajat, punya dominasi sekitar 92,11% dari nilai ekspor udang Jatim secara keseluruhan.

Sedangkan nilai ekspor udang Jatim ke Amerika Serikat, Jepang dan China masing-masing hanya senilai 4,06%, 9,01% dan 0,20% dari total kebutuhan impor udang ketiga negara tersebut.

Padahal kebutuhan impor Amerika Serikat, Jepang dan China terhadap total impor dunia masing-masing menduduki peringkat satu, dua dan tiga

"Melihat dari data tersebut pula, maka kami menilai bahwa peluang Jatim untuk mengisi ekspor komoditi udang ke pasar Amerika Serikat, Jepang dan China masih terbuka lebar," tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved