Breaking News:

Virus Corona di Malang

Di Kota Malang Masih Banyak Warga Bandel Tak Pakai Masker, Jalani Hukuman Ini

Dalam hari kedua pelaksanaan operasi, banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak memakai masker.

tribun jatim/kukuh kurniawan
Pelanggar protokol kesehatan saat diberikan sanksi sosial berupa menyapu jalan, Selasa (15/9/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pasukan gabungan dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang dan Satpol PP kembali melakukan Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Inpres No 6 Tahun 2020, Selasa (15/9/2020).

Pasukan gabungan melakukannya di Jalan I.R Rais, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dekat Pasar Mergan.

Dalam hari kedua pelaksanaan operasi, banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak memakai masker.

Tidak hanya pengendara roda dua, melainkan juga pengemudi roda empat.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam.

"Mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB, banyak masyarakat bandel tidak mengenakan masker. Ada sebanyak 120 pelanggar yang kami tindak dalam hari kedua operasi ini," ujarnya.

Dirinya menjelaskan dalam operasi tersebut, pihaknya hanya memberikan hukuman berupa sanksi sosial bagi para pelanggar.

"Bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker akan diberi sanksi sosial, berupa membaca Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bila ternyata pelanggar tidak hapal Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka diharuskan untuk menyapu jalan dan area Pasar Mergan," jelasnya.

Setelah menjalani sanksi sosial, barulah para pelanggar tersebut diberi masker secara gratis oleh petugas.

Dirinya menerangkan dalam kegiatan ini, pihaknya belum memberikan sanksi denda bagi para pelanggar.

"Penerapan sanksi denda Rp. 100 ribu masih belum kami terapkan. Saat ini sifatnya masih hanya sosialisasi. Karena kami sendiri juga masih menunggu Perda No 2 Tahun 2020 disahkan DPRD Kota Malang," bebernya.

Oleh karena itu, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi denda tersebut kepada masyarakat.

"Karena kami yakin, bila masyarakat langsung dikenakan denda Rp. 100 ribu, maka masyarakat akan tidak mampu dan keberatan. Jadi kami harus lakukan sosialisasi dahulu," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved