Breaking News:

PSBB Jakarta

4 Reaksi Presiden Jokowi Soal Polemik PSBB Jakarta yang Diberlakukan Lagi oleh Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedab memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tanpa koordinasi lebih dulu dengan pemerintah pusat

Tangkapan layar
Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas penanganan COVID-19. 

SURYA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedab memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tanpa koordinasi lebih dahulu dengan pemerintah pusat.

Keputusan PSBB Jakarta itu pun sempat menuai polemik, bahkan kritik keras datang juga dari partai yang memenangkannya menduduki kursi gubernur, Partai Gerindra.

Setelah sehari PSBB Jakarta diberlakukan, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pun menggelar rapat terbatas untuk membahas diberlakukannya PSBB lagi.

Meski tidak menyebut secara khusus nama Anies Baswedan, namun Jakarta salah satu daerah yang memberlakukan PSBB lagi.

Berikut 4 teaksi Presiden Jokowi soal polemik PSBB Jakarta dalam rapat terbatas, 'Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' Senin (14/9/2020) :

1. Kepala Daerah diminta tak buru-buru 'lockdown'

Jokowi meminta kepala daerah untuk menghitung dengan cermat dalam mengambil keputusan terkait adanya penambahan kasus Covid-19.

"Perlu saya ingatkan lagi, keputusan-keputusan dalam merespon penambahan kasus di provinsi/kabupaten/kota, saya minta semuanya selalu melihat data sebaran kemudian yang sudah berkali-kali saya sampaikan terapkan strategi intervensi berbasis lokal.

Strategi pembatasan berskala lokal."

"Strategi intervensi untuk pembatasan berskala lokal ini penting sekali untuk dilakukan baik itu manajemen intervensi yang dalam skala lokal maupun komunitas, sehingga sekali lagi jangan buru-buru menutup sebuah wilayah," kata Jokowi.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved