Breaking News:

Saat Nasional Deflasi, Jawa Timur Malah Sukses Inflasi, BPS Jatim: Gara-gara Emas dan Perhiasan

Saat Nasional alami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK), Provinsi Jawa Timur justru sukses alami kenaikan Indeks Harga Konsumen

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Kepala BPS Jawa Timur, Dadang Hardiwan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pada awal semester II 2020, khususnya di bulan Agustus 2020, Indonesia tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami deflasi sebesar sebesar 0,05 persen, jika dibandingkan bulan Juli 2020.

Kendati demikian, di periode yang sama (Agustus 2020, red) di saat Nasional alami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau deflasi, Provinsi Jawa Timur justru sukses alami kenaikan Indeks Harga Konsumen atau inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), Dadang Hardiwan mengatakan pada Agustus 2020, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,04 persen.

"Inflasi itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu meliputi kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen. Selain itu, kelompok transportasi sebesar 0,25 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,33 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,30 persen juga kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 1,91 persen," jelas Dadang saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Senin (14/9/2020)

Sementara untuk jenis barang atau komoditi yang punya sumbangan terbesar atas terjadinya inflasi Jatim pada Agustus 2020, Dadang mengatakan adalah emas dan perhiasan.

"Berdasarkan pengamatan kami terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur, maka komoditas emas dan perhiasan yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di semua kota IHK di Jawa Timur," terangnya.

Dikatakan Dadang, persentase kenaikan harga emas dan perhiasan tercatat oleh pihaknya sebesar 11,01 persen dan untuk sumbangannya terhadap inflasi di Jatim pada bulan Agustus 2020 yaitu sebesar 0,13 persen.

"Kemudian disusul tiket angkutan udara mencapai 2,62 persen dengan andil 0,03 persen dan biaya sekolah dasar naik 1,52 persen dengan andil sebesar 0,02 persen," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved