Berita Lumajang

Reaksi Wakil Bupati Indah Amperawati yang Kritisi IPM di Kabupaten Lumjang

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati akhirnya menemui sejumlah massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Kepala Daerah, Senin (14/9/2020).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surya.co.id/tony hermawan
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati akhirnya menemui sejumlah massa yang berunjuk rasa di depan Kantor Kepala Daerah, Senin (14/9/2020).

Menanggapi kritikan tersebut, Indah pun melakukan dialog bersama dengan massa.

Dia menyampaikan beberapa program yang sudah dijalankan.

Namun, adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan pembangunan di Lumajang menjadi terhambat.

 "Pak Bupati (Thoriqul Haq) dengan saya hampir tidak bisa melakukan pembangunan tapi yang bisa kami lakukan tetap kami lakukan." kata Indah, Senin (14/9/2020).

Menimpali kritikan soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lumajang yang merosot tajam, Indah menerangkan bahwa sebenarnya peringkat tersebut tidak turun.

 "IPM kita sudah naik, tapi kabupaten lain juga naik. Kami baru saja dilantik sudah diwarisi yang peringkatnya 3 dari bawah dan ini jadi PR kami untuk meningkatkan lagi," ucapnya.

Dalam rangka meningkatkan IPM, kata Indah, Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah menjalankan beberapa program untuk memingkatkan kualitas SDM masyarakat. Salah satunya lewat program beasiswa pendidikan.

"Beasiswa sudah kami siapkan, janji kami 1000 mahasiswa dalam 1 periode (5 tahun). Tiap tahun ada 200 mahasiswa, harusnya tahun kedua ada 400 mahasiswa. Tetapi di tahun pertama yang daftar dan memenuhi syarat hanya 121 dan tahun kedua ini hanya 88 mahasiswa saja," ucapnya.

Lebih lanjut terkait pertumbuhan ekonomi domestik, Indah mengakui imbas pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pendapatan masyarakat. Sehingga hal ini menjadi penghambat untuk meningkatkan peringkat IPM Lumajang.

"Bisa dibayangkan adanya pandemi, daya beli masyarakat menurun. Menteri Keuangan (Sri Mulyani) sudah menyampaikan pertumbuhan ini semakin menurun dan itu terjadi di semua kabupaten termasuk Lumajang otomatis IPM ini semakin susah kami naikkan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved