Breaking News:

Berita Surabaya

Puluhan Pedagang Hi-Tech Mall Surabaya Wadul Dewan, Tak Tahan Tanpa Jaringan Seluler

Puluhan pedagang yang menempati stan Hi-Tech Mall Surabaya mendatangi kantor DPRD, Senin (14/9/2020).

surya.co.id/sugiharto
Pengunjung melintas di depan stan di THR Hitech Mall yang tutup, Senin (14/9/2020). Sebagian besar stan Hitech Mall tutup karena pedagannya berpindah ke mal lain. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan pedagang yang menempati stan Hi-Tech Mall Surabaya mendatangi kantor DPRD, Senin (14/9/2020).

Mereka sudah tidak tahan dengan fasilifas supermarket IT yang tidak dilengkapi jaringan seluler BTS. 

"Katanya Mall IT, tapi jaringan seluler dan internet saja tidak ada. Kami ingin fasilifas jaringan ini disediakan Pemkot," kata Eko, salah satu pedagang Hi-Tech Mall.

Sejak masa transisi April 2019, Pemkot Surabaya melakukan alih kelola Hi-Tech Mall yang sebelumnya dikelola Sasana Boga. Selama 30 tahun, pihak swasta ini tak memperpanjang kontrak.

Hingga berakhirnya 2019 dan memulai 2020 ini, Pemkot mencari penyewa lain. Mamun hingga kini pihak ketiga atau swasta tak minati Hi-Tech Mall. Belum ada pengelola baru atas pusat komputer dan laptop serta sarana belanja tersebut. 

Pemkot Surabaya menawarkan harga sewa atau kontak gedung empat lantai itu Rp 18,5 miliar setahun. Apakah nilai ini kemahalan sehingga penyewa dari pihak ketiga tidak berminat.

PT Sasana Boga berhak atas pengelolaan BOT (build operate transfer) Hi-Tech Mall sejak 30 tahun lalu. Masa pengleolaan supermarket komputer terbesar itu telah berakhir pada 31 Maret 2019 lalu. 

Sejak transisi dan Hitech Mall diserahkan Pemkot, para pedagang kelabakan. Mereka tak lagi menikmati fasilitas lift barang, eskalator, dan jaringan seluler. Mall IT ini menjadi tak nyaman bagi pedagang dan pengunjung. 

Koordiantor Pedagang Hi-Tech Mall Rudi Abdullah mendesak agar pemkot memfasilitasi jaringan seluler. "Kami inginkan jaringan ini. Sebab ini mendesak. Tain bisa order dan transaksi," kata Rudi. 

Rudi bersama sekitar 800-an pedagang bertahan di Hi-Tech Mall. Mereka mengaku senang karena masih bisa berjualan di lokasi yang sama meski sudah diambil alih Pemkot. Namun fasilitas utama jaringan mestinya jangan dibiarkan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved