Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Masih Godok Perwali Penerapan Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya

Pemkot Surabaya menyebut, berbagai aspek masih dibahas dengan melibatkan para ahli untuk regulasi denda pelanggar protokol kesehatan di Surabaya

SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Senin (14/9/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Perwali yang memuat regulasi denda pelanggar protokol kesehatan di Kota Surabaya masih terus digodok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut, berbagai aspek masih dibahas dengan melibatkan para ahli.

"Sampai saat ini Pemkot Surabaya masih melakukan penyusunan terkait perubahan Perwali yang ada penambahan sanksi terutama denda itu," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Senin (14/9/2020).

Ada berbagai pihak yang dilibatkan oleh Pemkot Surabaya, di antaranya ada ahli ekonomi. Ini untuk menentukan besaran denda yang akan digunakan pada pelanggar protokol kesehatan di Surabaya.

Dalam Pergub nomor 53 tahun 2020 memang sudah memuat besaran denda. Namun, menurut Febri pihaknya perlu menyesuaikan dengan kondisi di Surabaya.

Apakah lebih rendah atau justru lebih tinggi, pihaknya masih perlu mempertimbangkan lebih mendalam. Yang pasti, dia mengatakan akan melihat kondisi saat ini.

"Untuk menentukan nominal kami melibatkan ahli ekonomi dan ahli hukum," ujar Febri.

Perwali ini akan mengatur detil agar efektif. Termasuk ketentuan bila warga luar kota yang melanggar.

Kemudian, juga ketentuan jika pelanggar masih di bawah umur. Apakah hanya hukuman sosial atau juga kena denda. Febri mengaku masih membahas hal tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya menargetkan akan secepatnya merampungkan Perwali tersebut.

Lebih lanjut Febri mengatakan, esensi sebenarnya bukan terletak pada denda itu. Melainkan pihaknya berharap warga tetap disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Yang terpenting penerapan Perwali ini adalah kesadaran," ungkap Febri.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved