Breaking News:

Berita Gresik

Pemkab Gresik Telusuri Bantuan PKH Diduga Disunat di Duduksampean, ini Reaksi Pendamping

Pemkab Gresik lewat Dinas sosial (Dinsos) turun ke wilayah desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan.

surya.co.id/willy abraham
Sejumlah bukti struk bantuan PKH milik warga Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemkab Gresik lewat Dinas sosial (Dinsos) turun ke wilayah desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan.

Hal terkait dugaan penyunatan bantuan program keluarga harapan (PKH) yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) di desa setempat.

Dana bantuan yang diterima KPM tidak utuh. Dari awalnya Rp 416 ribu namun hanya diterima Rp 160 ribu. Kemudian ada yang menerima hanya Rp 250 ribu.

Pendamping PKH di Desa Petis Benem, Duduksampean Rohmatul Ula saat dikonfirmasi mengaku jika ada masalah kesalahpahaman saja.

Ia mengaku sudah mengklarifikasi dan menyelesaikan persoalan tersebut kepada Dinsos.

"Sudah saya klarifikasi. Ini murni kesalahpahaman saja," kata Ula, Senin (14/9/2020).

Ula menduga ada seorang KPM yang anaknya sudah SD namun masih menerima kategori balita. Hal itu yang ia duga menjadi permasalahan selain persoalan kesalahpahaman.

"Itu saja, sudah saya sampaikan ke Dinsos tadi," terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wanita yang dipanggil Ula ini mencairkan dana PKH dengan mengambil satu persatu kartu keluarga sejahtera (KKS) ke rumah KPM. Kemudian dibawa untuk dicairkan namun tidak di wilayah Duduksampeyan pada siang hari.

Melainkan di tempat Muhammad Awwalul Iklil, warga Gubernur Suryo, Kecamatan Gresik.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved