Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Mulai Hari Ini Diberlakukan Sanksi Denda Rp 250 Ribu untuk Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim

Denda juga diberlakukan untuk pelaku usaha, usaha mikro denda Rp 500 ribu, usaha kecil Rp 1 juta, usaha menengah Rp 5 juta dan usaha besar Rp 25 juta

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa penegakan saksi berdasarkan penerapan Pergub Nomor 53 Tahun 2020 mulai berlaku pada hari Senin (14/9/2020) ini.

Bagi individu, pelaku usaha dan pelaku industri yang tidak memakai masker, tidak menjaga jarak serta tak melaksanakan protokol kesehatan siap-siap disanksi denda administratif.

Denda administratif bagi individu yang tak pakai masker mencapai Rp 250 ribu. Oleh sebab itu, Khofifah menegaskan, bahwa saat ini sudah masuk saatnya law enforcement atau penegakan hukum.

"Sanksi mulai diterapkan per hari ini, Senin 14 September 2020. Ayo disiplinkan diri dengan selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Ini tugas kita bersama," pungkas Khofifah, Senin (14/9/2020).

Khofifah menegaskan, pergub pengetatan protokol kesehatan ini selaras dengan Perda No 1 tahun 2019 yang telah direvisi menjadi Perda No 2 tahun 2020 serta Inpres No 6 tahun 2020.

Sesuai pergub ini perorangan yang melanggar protokol kesehatan, lanjut Khofifah, akan diberikan sejumlah sanksi. Mulai dari teguran lisan, paksaan pemerintah dengan membubarkan kerumunan dan penyitaan KTP, kerja sosial serta denda administratif sebesar Rp 250 ribu.

Sanksi juga diberlakukan pada sektor pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Adapun denda administratif bagi pelaku usaha diklasifikasikan sesuai besaran usaha. Bagi usaha mikro denda sebesar Rp 500 ribu, usaha kecil Rp 1 juta, usaha menengah Rp 5 juta dan usaha besar Rp 25 juta.

Bagi pelaku usaha yang kembali melakulan pelanggaran akan dikenakan sanksi denda administratif dua kali lipat dari denda pertama.

"Memakai masker saat ini adalah sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi kewajiban," tambah Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved