Kamis, 30 April 2026

Berita Lamongan

Diskominfo Lamongan Kurang Duit, 80 Titik Wifi Gratis untuk Belajar Distop

Diskominfo berencana menghentikan layanan Wifi gratis di sekitar 80 titik, gara-gara kurang duit alias tidak anggaran lebih.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Suasana belajar beramai-ramai memanfaatkan Wifi gratis di Balai Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung Lamongan. Per 1 Oktober hotspot gratis untuk belajar daring dihentikan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Awalnya begitu bersemangat memberikan hotspot atau titik Wifi gratis untuk siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran daring, belakangan Dinas Kominfo Lamongan malah mengendor.

Diskominfo berencana menghentikan layanan Wifi gratis di sekitar 80 titik, gara-gara kurang duit alias tidak ada anggaran lebih.

Padahal belajar daring bagi para anak didik selama masa pandemi Covid-19 merupakan solusi agar pendidikan tetap berjalan. Sedangkan tidak semua siswa bisa menikmati jaringan internet untuk mengakses materi pembelajaran.

Rencana memutus jaringan internet di 80 hotspot itu akan berlaku mulai 1 Oktober depan. Dan itu tertuang dalam surat Kominfo Nomor 016/ 281/413/.120/2020 yang ditandatangani Kepala DisKominfo Lamongan, Achmad Edwyn Anedi.

Surat itu menyebutkan, dengan adanya recofusing anggaran yang diarahkan untuk penanggulangan Corona, maka dilakukan pengurangan anggaran. "Ada dampak pada penyebaran free Wifi, dan untuk sementara diberhentikan," kata Edwyn saat dikonfirmasi SURYA, Senin (14/9/2020).

Namun Edwyn berjanji akan kembali menghidupkan Wifi di sejumlah tempat untuk kepentingan belajar. "Kita akan hidupkan lagi nanti, tetapi hanya di tempat-tempat tertentu yang menjadi konsentrasi anak sekolah, " ujar Edwyn.

Program Wifi gratis memang tergantung pengajuan anggaran. Dan kalau pengajuan untuk 2021 dikabulkan maka Diskominfo akan menghidupkan program itu lagi meski jumlah lokasi hanya 50 persen dari yang sekarang.

"Juga akan memperbesar bandwidth Wifi di sekolah-sekolah. Untuk fasilitas umum (fasum) belum diutamakan, " ungkapnya.

Edwyn menyadari munculnya keresahan di kalangan pelajar yang tidak bisa lagi memanfaatkan Wifi yang akan diberhentikan 1 Oktober. Tetapi langkah itu harus diambil dengan pertimbangan sudah tidak ada lagi alokasi anggaran untuk fOktober, November dan Desember 2020.

Setiap bulan pihaknya mengeluarkan rata-rata Rp 45 juta untuk membayar Wifi, tetapi mau tidak mau Diskominfo harus menghentikannya sementara.***

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved