Breaking News:

Berita Surabaya

Setahun Jadi Pengedar Sabu, Blontang Dikendalikan dari Lapas Pamekasan

Campur tangan jaringan lapas (lembaga pemasyarakatan) dalam peredaran narkoba ternyata masih kuat.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Campur tangan jaringan lapas (lembaga pemasyarakatan) dalam peredaran narkoba ternyata masih kuat.

Terbukti, selama setahun terakhir menjadi pengedar sabu di kawasan Wonokromo, tersangka Kusmiadi alias Blontang (42) memiliki membawa barang haram itu dalam jumlah besar, dan dikendalikan dari Lapas Pamekasan.

Blontang dibekuk di kamar kosnya di Jalan Gunungsari oleh jajaran Reskrim Polsek Wonokromo, Minggu (13/9/2020). Dari tangan pria Jalan DKA Tegal, RT10/RW06 Sawunggaling Wonokromo itu, polisi menemukan 14 poket sabu dengan berat kotor 4,1 gram dan sebuah handphone (HP) Xiaomi warna gold.

"Tersangka ditangkap di tempat kosnya di Jalan Gunungsari sekitar pukul 18.00 WIB," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Arie Pranoto, Minggu, (13/9/2020).

Arie menjelaskan, penangkapan tersangka bermula informasi masyarakat bahwa pria bertato itu biasa bertransaksi barang haram di sekitar kosnya. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi beberapa hari memantau aktivitas tersangka.

Hingga akhirnya tersangka digerebek saat berada di dalam kamar. "Tersangka ni pengedar sabu yang dikendalikan dari dalam lapas," sebutnya.

Blontang mengaku nekat menjadi pengedar karena memiliki pekerjaan. Dan ia sudah setahun menjadi pengedar. "Lumayan untungnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," katanya di depan penyidik.

Ia juga membenarkan, mendapatkan pasokan dari Lapas Pamekasan. Lag-lagi ia berdalih nekat menjadi pengedar karena tidak ada pekerjaan.***

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved