Breaking News:

Berita Surabaya

Mahasiswa Universitas Ciputra Daur Ulang Bungkus Snack Menjadi Tas Multifungsi

Elvira, mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya ini mendaur ulang bungkus snack yang banyak dikonsumsi masyarakat menjadi tas tangan multifungsi.

surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Model memperagakan tas tangan multi fungsi karya mahasiswa Fashion Produk Desain dan Bisnis Universitas Ciputra Elvira Angelica Manik. Karya tahan air yang mudah dibersihkan ini memanfaatkan bungkus makanan ringan (snack) melalui beberapa proses, diantaranya pencucian, pewarnaan hingga menjahit seluruh ujung-ujungnya dengan teknik zigzag. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melestarikan lingkungan agar tidak semakin dipenuhi limbah menjadi hal yang harus dilakukan semua orang.

Tindakan seperti mendaur ulang limbah maupun menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari - hari tentu akan menjadi alternatif yang baik untuk menyelamatkan bumi.

Seperti yang dilakukan Elvira Angelica Manik (21).  Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya ini mendaur ulang bungkus snack yang banyak dikonsumsi masyarakat menjadi tas tangan multifungsi.

"Saya ingin berperan untuk berkontribusi melestarikan lingkungan agar tidak semakin dipenuhi limbah," kata Elvira sapaan akrab Elvira Angelica Manik kepada SURYA.co.id, Minggu (13/9/2020).

Elvira memilih menggunakan limbah bungkus snack sebagai bahan membuat tas ini bukan tanpa alasan, karena ia sebelumnya telah bereksperimen menggunakan berbagai jenis bungkus yang bervariasi.

"Sejauh yang sudah saya coba dari berbagai tipe bungkus, bungkus snack menjadi yang paling cocok digunakan karena lebih tebal sehingga saat disetrika dengan suhu panas tinggi dapat menghasilkan tekstur yang diinginkan dan berubah menjadi kaku," ungkap mahasiswi Fashion Product Design And Business.

Dalam proses pembuatannya, yang pertama Elvira mencuci bungkus snack terlebih dahulu, lalu dipotong dibagi dua sesuai ukuran yang diperlukan dan dilipat dua kali, kemudian disetrika dengan suhu maksimum.

"Harus tetap stabil agar mendapatkan berbagai motif yang konsisten," kata perempuan asal Bontang Kaltim ini.

Kedua melakukan proses pewarnaan dengan menggunakan cat pewarna untuk finishing, disarankan menggunakan alas koran.

"Saat saya mencoba berbagai macam teknik pewarnaan mulai dari menggunakan cat akrilik, stabilo, tinta, cat semprot pewarna hingga cat besi belum menemukan warna yang sesuai," ujarnya.

Namun setelah melakukan beberapa eksperimen Elvira akhirnya berhasil menggunakan cat besi semprot sebanyak dua lapisan lalu diberikan finishing dengan semprotan cat pewarna.

Ketiga setelah pewarnaan, kemudian dirapikan dengan cara digunting membentuk ukuran 8,5 cm x 12,5 cm.

Keempat, dijahit di seluruh sisi ujung-ujungnya teknik zigzag. "Untuk proses pembuatannya ini sih sekitar 1-3 hari, biasanya saya lebih cepet kalau jahit sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, desain tas yang dibuat memiliki fungsi selain motif menyerupai tekstur kulit croco, tas ini juga dapat digunakan dengan 3 style berbeda yaitu model sling bag, clutch dan waist bag.

"Bahannya ringan dan muat barang banyak, cocok untuk occasion acara ataupun daily. Perawatannya mudah karena anti air jadi warna ataupun bahannya tidak luntur dan tembus air," pungkasnya. (zia)

Penulis: Zainal Arif
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved